Review Buku #3 – The Girl on The Train (2015)

cover

One for sorrow, two for joy, three for a girl, four for a boy, five for silver, six for gold, seven for a secret never to be told.

Jujur aja, waktu awal baca novel ini, gue bingung. Banyak kalimat yang membingungkan dan gue ga bisa nangkap maksud ceritanya. Ada 3 cewek di novel ini yang diceritakan kehidupannya oleh si Paula Hawkins. Tiap chapter menggambarkan kisah dari sudut pandang mereka masing-masing. Berbeda satu sama lain. Berbeda tapi mengarah pada 1 kejadian yang sama. 1 kejadian dimana mereka semua terlibat. Terlibat karena adanya cinta dan nafsu sesaat.

Rachel, bisa dibilang dia adalah tokoh utama. Well, soalnya sudut pandang ceritanya paling banyak di tiap chapter. Rachel cerai dari suaminya 2 tahun yang lalu, Tom. Stress yang mendalam dan rasa kecewa terus menghantui. Ia akhirnya sering mabuk, menyesali perceraiannya dengan Tom. Ia masih mencintai mantan suaminya itu dan bahkan sering menelponnya. Dia tahu bahwa tindakannya itu mengganggu kehidupan Tom dan keluarga barunya. Tapi ia tidak bisa berhenti. Rachel keluar dari pekerjaannya tapi tiap hari pulang-pergi dengan kereta seolah-seolah pergi bekerja. Ia melakukan itu agar tidak membuat khawatir sahabatnya. Kereta ini selalu melewati lingkungan rumah lamanya. Rachel selalu melihat rumah nomor 15 dan 23 dari kereta. Rumah nomor 23 adalah rumah lamanya yang sekarang menjadi rumah Tom dan istrinya, Anna yang bahagia dengan adanya anak yang mengisi kehidupan mereka. Rumah nomor 15 adalah rumah yang dihuni 1 pasangan yang hanya kebetulan Rachel amati. Ia senang melihat pasangan “nomor 15” tersebut, karena mereka mengingatkan Rachel pada masa bahagianya dulu dengan Tom.

Life is not a paragraph, and death is no parenthesis

Megan, tokoh yang terbunuh dalam cerita ini. Walaupun begitu, kisah dari sudut pandangnya sebelum meninggal tetap diceritakan. Ia tinggal di rumah nomor 15 dengan suaminya, Scott. Ia seolah hidup bahagia dan setia pada Scott, tetapi sebenarnya menyimpan rahasia mendalam tentang perselingkuhannya. Semenjak galeri seni mliknya tutup, ia terpaksa menjadi ibu rumah tangga biasa. Mengurus anak sambil menunggu suami pulang di rumah. Bosan dengan keadaan yang ada, ia pun melirik cowok lain. Tapi Megan tidak tahu bahwa tindakannya itu mengarah pada kematian.

Anna, istri barunya Tom. Ia tinggal di rumah lamanya Tom dan mantan istrinya, Rachel. Sebenarnya ia tidak suka tinggal di rumah tersebut. Karena dengan tinggal disitu, berarti ia menginjakkan kaki dan menggunakan seluruh “barang” bekas milik Anna. Tapi karena cintanya pada Tom, ia mengiyakan semua ini. Pada awalnya ia merasa bersalah pada Rachel karena telah merebut suaminya. Tapi lama kelamaan Anna menjadi benci pada seluruh tindakan Rachel yang tiada hentinya menghubungi Tom. Ia menganggap bahwa Rachel itu berbahaya dan berusaha menghancurkan keluarganya.

Tom, cowok yang menjadi kunci seluruh peristiwa dalam kisah ini. Ia mempunyai hubungan suami istri dengan Rachel hanya 5 tahun, dan kemudian bercerai karena tertarik dengan wanita lain. Selama 5 tahun hidup dengan Rachel, tidak ada anak yang melengkapi kehidupan mereka. Entah kenapa Rachel tidak bisa hamil, dan hal itu membuat Rachel stress. Rachel mulai sering mabuk dan hidup “berantakan”. Karena alasan itu, Tom tidak kuat lagi menghadapi Rachel dan akhirnya selingkuh. Menikah dengan Megan membuatnya mempunyai anak bernama Evie. Tom bertingkah layaknya suami yang bertanggung jawab, tetapi sebenarnya ia adalah salah satu dari sekian banyak cowok brengsek di dunia.

Scott, seorang suami yang sangat mencintai Megan. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa Megan. Tapi takdir berkata lain. Megan meninggalkannya selamanya. Ia merasa bersalah karena belum meminta maaf atas pertengkarannya dengan Megan, sehari sebelum Megan menghilang.

I have never understood how people can blithely disregard the damage they do by following their hearts. Who was it said that following your heart is a good thing? It is pure egotism, a selfishness to conquer all.

Dari cara gue menceritakan soal 4 karakter utama di atas, pasti keliatan seperti cerita romance pada umumnya yang mempunyai unsur selingkuh, patah hati, orang ketiga dan semacamnya. Tapi itu salah. Novel ini adalah cerita tentang pembunuhan. Gue yang awalnya kesusahan baca cerita ini, lama kelamaan mulai bisa masuk ke alur cerita di pertengahan novel. Peristiwa pembunuhan disini berasal dari tindakan Tom yang brengsek dan Megan yang behave like a bitch. Tom sangat pintar dalam berbohong, dan bahkan seluruh kisah hidupnya disusun dengan kebohongan. Ia berbohong untuk mendapatkan semua yang ia inginkan. Ia bahkan membohongi istrinya agar dapat “aman”. Megan yang mempunyai suami yang mencintainya apa adanya, sangat disayangkan ternyata tidak tahu diri dan selingkuh dengan cowok lain. Rachel dalam keadaan mabuk, mendatangi rumah nomor 23 untuk menemui Tom. Tapi entah kenapa ia bukannya bertemu dengan Tom, ia malah terbangun di rumahnya dengan luka di dahinya. Ia lupa semua peristiwa yang terjadi pada malam ia mendatangi rumah Tom. Beberapa hari setelah peristiwa itu, Rachel mengetahui bahwa pada malam itu juga Megan menghilang. Rachel pun menjadi salah satu tersangka peristiwa hilangnya Megan, karena Rachel dilaporkan terlihat di dekat lingkungan rumah Megan. Rachel pun berusaha untuk menemukan pembunuh si Megan dan membantu Scott dengan segala cara. Ia berusaha mengingat peristiwa apa yang terjadi pada malam itu, tapi ternyata tidak segampang yang ia ucapkan.

Tom adalah salah satu contoh cowok yang cuma bisa banyak ngomong dan berbicara manis pada wanita. Gue benci tokoh yang kayak begini nih, dalam sebuah cerita maupun di real life. Dari awal sampai akhir cerita gue ga menyangka kalau si Tom itu pelakunya. Tapi hebatnya si Paula dapat menipu gue dan membuat gue percaya bahwa Tom itu cowok yang baik. Paula banyak membuat gue berpikir “oh kayaknya si pelaku si doi deh” atau “oh ternyata si doi punya rahasia begini” atau “oh shit gue ga nyangka bakal berakhir begini” atau “oh gue kebelet pipis tapi ga bisa berhenti baca sampai ketauan siapa pelakunya.” Oke yang terakhir itu cukup dihiraukan saja. Kerennya lagi, ini buku debutnya langsung jadi NYT Bestseller.

I don’t want to hurt anybody, but you have to be true to yourself, don’t you? That’s all I’m doing, being true to my real self, the self nobody knows.

Gue sangat merekomendasikan buku ini bagi yang suka novel mystery-thriller-suspense. Tapi tidak gue rekomendasikan untuk menonton adatapsi movienya yang keluar 2016 kemaren. Soalnya sangat mengecewakan 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s