Review Buku #4 – Believe Like A Child (2011)

cover

My only wish in life is that someone would miss me when I die.

Sebelum menjadi novelis, Paige Dearth adalah korban dari pelecehan seksual di masa kecilnya. Karena tidak tahan lagi dengan tindakan pedofil dari pamannya, ia memutuskan untuk menikah muda di umur 19 tahun agar dapat segera keluar dari rumahnya. Dari pengalamannya tersebut, ia memutuskan membuat novel berdasarkan kisah aslinya itu. Then jadilah ini buku.

Tokoh utama novel ini adalah gadis bernama Alessa. Alessa adalah anak paling bontot dari 4 bersaudara. Ia lahir dengan latar belakang keluarga yang miskin dengan mempunyai ibu bernama Caterina.  Walaupun masih mempunyai ibu, ia tidak dekat Caterina. Alessa lebih dekat dengan neneknya. Ia merasa bahagia selama di dekat neneknya tersebut. Tapi semuanya berubah ketika neneknya meninggal di umur Alessa yang menginjak 6 tahun. Ketika neneknya meninggal, datanglah pamannya bernama Danny. Paman Danny sangat baik kepada keluarga Alessa, terutama kepada Alessa sendiri. Alessa merasa nyaman di dekat Danny dan menganggap Danny sebagai pengganti neneknya.

Semenjak istri Danny meninggal, ia pindah ke rumah keluarga Alessa. Karena tidak ada kamar lagi, Danny tinggal 1 kamar dengan Alessa. Alessa senang bisa tinggal bersama paman yang ia sayangi. Danny diperbolehkan tinggal di rumah tersebut karena Danny selalu menyetor sejumlah uang yang cukup besar pada Caterina tiap bulan. Caterina menggunakan uang tersebut untuk membayar utang dan untuk kesenangan dirinya sendiri. Suatu malam, Danny mulai melancarkan serangan “raep” (rape)-nya pada Alessa. Tiap malam atau ketika rumah kosong, Alessa selalu diperlakukan tidak senonoh oleh Danny. Alessa tidak menyangka kalau pamannya itu seorang pedofil. Seiring berjalannya waktu, perbuatan raep dari si Danny makin parah dan menyakitkan. Danny bahkan doing sex secara paksa kepada Alessa.

Alessa memutuskan untuk menceritakan perbuatan Danny tersebut kepada Caterina. Tapi Caterina malah memarahi Alessa dengan berbagai kata kotor. Sebenarnya Caterina mengetahui perbuatan adiknya, Danny. Tapi Caterina tutup mata akan semua hal itu karena ia tidak mau kehilangan uang dari Danny tiap bulan. Caterina sendiri adalah sosok ibu yang tidak patut untuk dicontoh. Ia adalah seorang pelacur dengan pendidikan rendah. Dengan menggunakan penampilan cantik alaminya, ia tidur dengan banyak pria. Caterina selalu memperlakukan semua anaknya dengan buruk. Bahkan untuk membelikan sikat gigi untuk anaknya saja ia tidak mau. Karena tingkahnya itu, semua anaknya tidak ada yang menyayangi Caterina.

Selama 11 tahun lamanya, ia tinggal di rumah itu dengan seluruh perlakuan buruk Danny. Selama tinggal di sana, ia mempunyai sahabat pertama bernama Rhonda. Selama ia bergaul dengan Rhonda, hidupnya mulai berwarna. Walaupun mereka bersahabat dekat, Alessa tidak pernah menceritakan apa yang dialaminya di rumah. Sayangnya Rhonda mati muda. Alessa sangat sedih karena dilarang untuk mengunjungi pemakaman Rhonda oleh ibunya. Sudah tidak kuat dengan keadaan di rumah itu, Alessa pun kabur ke kota lain dengan bantuan ibunya Rhonda, Zoe. Di tempat barunya itu, ia bertemu dengan kakak beradik yaitu Tasha dan Harlin. Alessa yang semakin akrab dengan Tasha, ditawari pekerjaan oleh Harlin sebagai penari stripper di sebuah club. Walaupun awalnya ragu, Alessa akhirnya menerima pekerjaan itu karena tergiur dengan gaji dan perlindungan yang diberikan oleh geng Harlin. Ternyata Harlin cuma memanfaatkan Alessa saja. Alessa dipaksa memberikan setengah gajinya dan harus bekerja keras melayani pelanggan yang haus nafsu di club. Padahal perjanjiannya adalah Alessa hanya menari, bukan doing sex juga. Tidak tahan dengan perlakuan kasar Harlin yang terus menerus, Alessa meminta bantuan Tasha untuk kabur ke kota lain lagi.

Di kota lain, Alessa bertemu dengan Ebby. Ebby adalah seorang sukarelawan di tempat penampungan bagi para orang yang tidak mempunyai rumah. Walaupun ia sudah berada di tempat penampungan itu, ternyata Harlin tetap mencari Alessa. Alessa yang takut dengan ancaman Harlin, ia melaporkan hal tersebut kepada Ebby. Ebby pun meminta bantuan polisi untuk menangkap Harlin. Setelah Harlin ditangkap, Alessa pergi ke tempat penampungan lain karena merasa tidak enak kepada Ebby atas semua masalah yang ia timbulkan. Namun Alessa berbohong. Ia tidak ke tempat penampungan, melainkan tinggal di jalanan dengan sekelompok anak jalanan lain. Di kelompok itu, ia bertemu Lucy. Lucy adalah gadis kecil berumur 8 tahun yang mempunyai nasib sama dengan Alessa, pelecehan seksual. Alessa semakin dekat dengan Lucy. Bahkan ia rela menjual dirinya untuk mendapatkan uang demi penyembuhan Lucy ketika dia sakit.

Certain people will regard you in a negative light. If you allow their views to influence your own opinion of who you are, you will always live on the defensive and never allow yourself to realize your full potential.

Di kisah novel ini, Alessa banyak doing sex karena terpaksa dan diperlakukan secara kasar. Gue baca novel ini merasa kasihan pada Paige, karena ini cerita merupakan kisah aslinya ketika masih muda. Gue bisa melihat sisi lain dari dunia kejam ini, dimana seorang gadis karena dipandang miskin dan rendah akhirnya dipaksa untuk menjadi pelacur. Walapun ia adalah seorang pelacur –secara terpaksa–, Alessa tetap mempunyai cita-cita yang tinggi dan keinginan kuat untuk hidup lebih baik. Keinginan kuatnya itu menarik perhatian seorang pria bernama Remo. Remo adalah seorang psikiater yang membantu terapi Alessa. Remo dan Alessa yang saling tertarik satu sama lain, akhirnya menikah dan mengangkat Lucy sebagai anak mereka. Banyak rintangan dalam pernikahan mereka, karena Alessa selalu dibayangi oleh masa lalu kelamnya yang tidak dapat dihilangkan begitu saja.

Novel ini mempunyai 89 chapter dan ratusan halaman yang cukup menyita wakt. Walaupun begitu gue tidak menyesal kok. Jarang ada kisah novel yang kayak begini :\ Dengan kosakata yang cukup kasar, gue bisa melihat bagaimana kehidupan dari sisi pandang seorang pelacur seperti Alessa. Ada rasa malu dalam dirinya ketika menceritakan hidupnya pada orang lain, ada juga rasa sakit dan putus asa karena tidak ada lagi hal yang bisa ia lakukan untuk bertahan hidup, kemudian ada tekad kuat untuk beranjak dari masa lalu yang gelap menuju masa depan yang cerah walaupun harus melewati berbagai rintangan berat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s