Review Buku #10 – November 9 (2015)

cover

Falling in love may not be a conscious decision, but removing yourself from the situation before it happens is.

Salah satu buku dari  Colleen Hoover aka CoHo. Author romance terkenal yang semua bukunya best seller. Ini buku pertama yang gue baca dari rentetan karyanya dan gue langsung jatuh hati.

Fallon O’Neil adalah tokoh utama cewek di kisah ini. Orang tuanya sudah bercerai. Sejak kecil ia diarahkan untuk menjadi artis oleh ayahnya yang juga seorang artis semasa muda. Tapi di umurnya yang ke 16 tahun, ia menjadi korban kebakaran. Ayahnya yang tidak tahu bahwa ada dirinya di dalam rumah ketika kebakaran, membuat Fallon menyalahkan ayahnya atas apa yang terjadi pada fisiknya. Fallon selamat. Tapi tertinggal bekas luka di seluruh sisi kiri tubuhnya. Fallon menjadi tidak percaya diri dan selalu menutup dirinya. Peristiwa yang merenggut masa depannya itu terjadi pada 9 November.

People say not to judge a book by its cover, but what if you somehow read the inside of the book without seeing the cover first?

Benton James Kessler aka Ben muncul di hadapan Fallon dengan berpura-pura menjadi pacarnya. Awalnya Ben berniat hanya ingin membantu Fallon menghadapi ayahnya. Tapi Ben tidak menyangka bahwa ia menjadi “terhanyut” oleh kepribadian Fallon. Ben merasa bahwa gadis di depannya itu sangatlah menarik, walaupun dengan bekas di tubuhnya. Ben tidak menyangka juga bahwa pertemuannya itu akan mempengaruhi kehidupannya. Ben pun harus siap bahwa cepat atau lambat luka yang ia sembunyikan akan terbuka bila terus bersama Fallon.

9 November. Fallon yang sudah berumur 18 tahun dan lulus sekolah akan pergi ke New York sendiri untuk mengikuti minatnya dalam dunia akting. Ia bertemu ayahnya untuk mengucapkan salam perpisahan di sebuah restoran. Tapi ayahnya, Donovan O’Neil, melarang keputusan Fallon tersebut. Menurutnya Fallon akan susah kembali dalam dunia itu dengan penampilannya yang sekarang ini. Fallon sudah muak berhadapan dengan ayahnya dan selalu diperlakukan seperti anak kecil. Ia pergi ke restroom untuk menenangkan diri. Tapi sebaliknya ia malah makin tertekan ketika melihat dirinya di kaca. Sisi kiri tubuhnya, dari pipi kiri hingga pinggang kirinya semuanya terlihat memuakkan bagi dirinya. Bekas luka yang menghancurkan hidupnya.

Ketika ia keluar dari restroom, ia berpapasan dengan seorang cowok. Cowok tersebut sedang melihat dirinya sambil tersenyum. Setelah 2 tahun lamanya, semenjak peristiwa kebakaran itu, tidak pernah ada cowok yang melihat dirinya seperti itu. Fallon pun menunduk dan menutupi bagian wajah kiri dengan rambutnya untuk menutupi bekas luka. Ketika kembali ke hadapan ayahnya, ayahnya tetap saja berbicara penolakannya tentang keputusan Fallon itu. Ditambah lagi tentang berita bahwa ayahnya menghamili perempuan lain yang membuat Fallon semakin muak. Tiba-tiba pria yang dilihatnya tadi muncul di samping Fallon dan mengaku sebagai pacarnya. Fallon tertolong oleh pembelaan “pacar” sementaranya untuk menghadapi ayahnya. Cowok itu memperkenalkan namanya sebagai Ben.

You’ll never be able to find yourself if you’re lost in someone else.

9 November. Ben menguping perbincangan gadis itu dari awal dirinya masuk ke restoran. Gadis itu bersama ayahnya. Karena ia duduk di belakang meja gadis itu, ia mendengar  seluruh perbincangannya tersebut. Ben merasa bahwa gadis itu butuh pertolongan. Ben merasa bahwa gadis itu tidak bisa menghadapi statement dari ayahnya sendirian. Ketika gadis itu berjalan menuju restroom, Ben melihat bagian pantatnya dan berpikir jenis celana dalam apa yang ia pakai. Selama gadis itu di restroom, Ben gelisah apakah ia mau melihat wajah gadis itu. Entah kenapa ia tertarik dengan kepribadian  gadis itu dari cara berbicaranya pada ayahnya. Ketika gadis itu keluar dari restroom, hal yang pertama dilihat oleh Ben adalah rambutnya. Rambutnya mengingatkan dirinya kepada mantannya yang juga mempunyai rambut indah seperti gadis itu dan baunya seperti kelapa. Ben berpikir apakah bau rambut gadis itu juga sama. Kemudian ia melihat matanya, lalu pipinya. Setelah itu lehernya. Di saat itu ia menyadari adanya bekas luka di gadis itu. Di saat itu ia juga menyadari bahwa gadis itu selalu menunduk dan menutupi wajahnya dengan rambut. Setelah itu yang ia rasakan adalah perasaan lega. Ben lega bahwa tidak ada yang menyadari betapa cantiknya gadis itu dan ia mungkin saja mempunyai kesempatan untuk bersama gadis itu. Ben pun tersenyum ke arah gadis itu. Karena ia berpikir juga, mungkin saja dirinya juga dapat mengetahui jenis celana dalam apa di balik jean gadis tersebut. Ben pun nekat untuk masuk ke dalam “sandiwara pacar sementara” di depan gadis itu. Gadis itu bernama Fallon.

Loving someone doesn’t just include that person, Ben. Loving someone means accepting all the things and people that person loves too. And I will.

Saking bagusnya, gue sampai lupa waktu baca ini buku. Dalam waktu yang singkat akhirnya kelar dibaca sampai ending. Endingnya bahagia tapi gue malah agak nangis -__- Entah kenapa gue senang aja mengetahui bahwa mereka kembali bersama setelah apa yang sudah mereka lalui selama 6 tahun. Setting waktu di cerita ini selalu sama. Semua peristiwa terjadi pada tanggal 9 November, walaupun tahunnya berbeda. Adegan romancenya dapet banget, gue sampai senyum nyengir bayanginnya. Konfliknya juga sukses tidak bisa ditebak oleh gue. Ternyata begitu dan ternyata begini. AH pokoknya cakep deh ceritanya XD

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s