Review Buku #11 – Dangerous Lies (2015)

cover

Stella’s Gordon life is a lie.

Mbak Becca ialah author dari serial Hush, Hush yang kebetulan bukunya tersebut masih menunggu di TBR list gue. Menceritakan tentang seorang remaja yang terpaksa menjalani hidup baru setelah memberi kesaksian sebuah kejahatan besar. Tetapi cinta dan bahaya datang membayangi hidup barunya.

Estella Goodwinn akan berumur 18 tahun dalam 3 bulan ke depan. Ia harus bersabar sampai saat itu tiba. Sehingga di umur legalnya tersebut, ia bisa hidup bebas. Selama 3 bulan, ia harus mengungsi ke sebuah kota kecil di Thunder Basin, Nebraska dan mengubah identitasnya menjadi Stella Gordon. Stella meninggalkan kehidupan mewahnya. Stella mesti berlindung dari seorang pengedar narkoba yang mencarinya untuk membunuh dirinya. Stella mesti merahasiakan identitasnya dari semua orang di desa itu, kecuali pengasuhnya yang memang dipekerjakan oleh pemerintah untuk menampungnya. Stella menyalahkan ibunya yang seorang pecandu, karena ibunya yang menyebabkan dirinya selalu tidak dapat tidur nyenyak tiap malam, khawatir akan orang yang datang untuk membunuhnya. Ia juga harus berpisah dengan pacarnya.

When you care, you have something to lose.

Selain rahasia tentang identitas, ia sebenarnya juga menyimpan rahasia lebih besar lainnya yang bila terungkap, akan membahayakan orang yang disayanginya. Akhirnya dirinya memutuskan, hingga saat kebebasannya tiba, ia tidak mau berurusan lebih dalam dengan kehidupan palsu “Stella” dan tidak mau meninggalkan kenangan indah di kota tersebut. Tapi niatnya goyah bila berhadapan di hadapan Chet, pria dengan topi  cowboy yang menurutnya itu sexy.

Chet Falconer ialah seorang pria yang kehilangan orang tuanya dalam kecelakaan. Karena orang tuanya sudah tidak ada, ia terpaksa harus tinggal di kota kecil itu untuk mengurus adik laki-lakinya yang masih di bawah umur. Ia harus merelakan kesempatan untuk kuliah dan tidak melanjutkan mimpinya demi adiknya. Chet adalah pria dengan tipikal badan yang bagus karena pekerjaannya yang berurusan dengan peternakan dan pertanian. Ketika dirinya pertama kali bertemu dengan Stella, ia tahu bahwa dirinya kembali merasakaan perasaan yang namanya jatuh cinta. Tapi Stella selalu menyembunyikan suatu rahasia dan Chet tahu tentang adanya rahasia itu. Chet rela melindungi gadis itu dan bahkan rahasianya, walaupun ia harus berkorban akan nyawanya.

Forgiveness is a tough wire to walk. You have to balance letting go of what doesn’t matter and holding on to what does.

Gambaran tentang keadaan kota kecil di buku ini sangat terpapar jelas. Gue suka bagian tentang ladang jagung yang terbentang luas di sisi kiri dan kanan jalan. Kayaknya indah banget gimana gitu. Dari sisi tokoh ceritanya, gue salut dengan Chet. Emang susah, dalam real life, ketemu cowok yang terima keadaan si cewek karena saking cintanya. Ya namanya juga cerita fiksi. Gue sebagai reader cuma bisa membayangkan dan mimpiin kapan kejadian romance atau kejadian baik dalam novel-novel bakal menimpa diri gue *mulai ngawur*

Tapi sayangnya ada plot hole di novel ini. Gue penasaran bagaimana keadaan si pacar di masa lalunya Stella, yaitu Reed. Ya walaupun di akhir cerita, sempat dikasih tahu kalau dia “begini”. Tapi “begini”nya si Reed itu diceritakan menurut spekulasinya Stella.

We all have to make mistakes, because it’s the only way we learn.

Apa gue merekomendasikan ini? Tidak terlalu karena ceritanya kurang seru sebagai buku genre mystery. Sepertinya Becca lebih cocok di genre fantasy romance. Tapi karena sudah terlanjur membaca, jadilah review ini hadir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s