Review Buku #15 – Thirteen Reasons Why (2007)

cover

You can’t stop the future. You can’t rewind the past. The only way to learn the secret . . . is to press play.

Buku ini sudah terbit 10 tahun yang lalu dan merupakan best seller yang wajib dibaca bagi pecinta genre mystery. Lalu juga diangkat adatapsi serial tv di channel Netflix. So here it is.

Buku ini menceritakan tentang Clay Jensen yang menerima 7 kaset tape dengan total 13 rekaman suara di dalamnya ketika pulang sekolah. Ternyata tape tersebut berisi suara Hannah Baker. Hannah sendiri sudah mati karena bunuh diri dengan minum pil beberapa bulan lalu. Di tape tersebut, tepatnya di rekaman yang pertama, Hannah mengatakan bahwa ia akan menceritakan kisah hidupnya dan alasan kenapa ia bunuh diri. Dan semua orang yang diceritakan di tiap kaset ialah tokoh yang berperan dalam penyebab kematiannya.

Did you notice the scars you left behind? No. Probably not. Because most of them can’t be seen with the naked eye.

Ada 2 peraturan yang ia jelaskan. Rule number one: You listen. Number two: You pass it on. Entah di kaset nomor berapa si nama pendengar disebutkan, pokoknya setelah selesai mendengar hingga tape terakhir, si pendengar harus mengoper ke orang selanjutnya sesuai urutan tape tersebut. Dan untuk “lucky number thirteen”, ia terserah mau diapakan tape tersebut.

Clay kaget ketika mendengar apa yang dikatakan Hannah di awal tape tersebut. Ia merasa bahwa ia tidak melakukan sesuatu yang buruk pada Hannah. Bahkan ia tidak terlalu mengenal Hannah. Ketika Hannah masih hidup, Clay hanya melihatnya dari jauh. Clay ingin berbicara dengan Hannah. Tapi ia merasa takut dan gugup. Pertemuan terakhir mereka ketika mereka made out di sebuah pesta. Tapi kejadian di pesta itu berakhir tidak mulus untuk hubungan mereka. Setelah pesta itu, Hannah semakin menghindarinya. Tidak lama setelah kejadian di pesta itu, Clay mengetahui bahwa Hannah bunuh diri.

I guess that’s the point of it all. No one knows for certain how much impact they have on the lives of other people.

Akhirnya Clay memutuskan untuk mendengar keseluruhan dari rekaman tape itu. Ia penasaran mengapa ia menjadi alasan cinta pertamanya itu mengakhiri bunuh diri. Seharian ia akan mendengar cerita Hannah dan cerita yang ia dengar itu juga akan mengubah hidupnya.  Hanya saja Clay belum tahu hal itu.

But you can’t get away from yourself. You can’t decide not to see yourself anymore. You can’t decide to turn off the noise in your head.

Ada hal yang bisa gue petik dari cerita buku ini. Bahwa apa yang terlihat secara nyata, belum tentu benar adanya. Hannah adalah salah satu korban pembully-an dan diasingkan. Banyak orang yang menyebabkan ia semakin merasa kesepian. Dan orang-orang tersebut akan dijelaskan di dalam cerita satu per satu. Wajar ya ini buku banyak direkomendasikan buat cerita mystery. Love it. Pas awal baca bab pertama, gue ga bisa berhenti. This book worth it banget buat dibaca ya kamu sekalian =)

Serial Tv dari buku ini pun sedang tahap penyelesaian gue tonton. Tunggu review nantinya ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s