Review Buku #16 – Everything, Everything (2015)

cover

Maybe we can’t predict the future, but we can predict some things.

Buku pertamanya kak Nicola dan langsung best seller! Ceritanya memang bagus dan termasuk buku dengan genre romance yang unik. Buku ini juga ada adatapsi movienya dan masuk di list tontonan nanti. Begini nih sepenggal ceritanya.

Madeline Whittier seumur hidupnya hanya di rumah saja. Rumahnya harus bebas kontaminasi dari dunia luar. Sedikitpun tidak boleh ada benda asing yang masuk. Bahkan kamarnya pun putih semua dan bajunya juga putih. Tidak ada warna lain. Yang bisa ia lakukan di umurnya yang baru saja berumur 18 tahun itu hanya membaca buku. Sekolahnya pun hanya lewat online. Tidak boleh ada interaksi sentuhan dengan orang luar. Kecuali ibunya dan seorang perawat kepercayaan ibunya. Hidupnya tidak berwarna. Datar. Sepi. Tapi ia jalani tanpa keluhan. Karena ia bersyukur bisa hidup, mengingat penyakit yang dideritanya. Madeline menderita penyakit SCID aka Severe Combined Immunodeficiency. SCID bisa juga disebut dengan “Bubble Baby Disease”.

Wanting just leads to more wanting. There’s no end to desire.

SCID adalah penyakit dimana seseorang alergi dengan dunia luar. Apa saja dapat memicu muncul gejala penyakitnya. Bisa karena parfum seseorang, benda asing yang berdebu bahkan udara luar. Karena itu rumahnya mempunyai banyak saringan udara untuk membuat udara di dalam rumah tidak terkontaminasi apapun. Tidak ada yang tau jelas apa pemicu SCID sebenarnya. Karena itu Madeline tetap harus di dalam rumah. Atau bisa dibilang, ia tidak pernah keluar rumah sama sekali.

Suatu hari ada keluarga baru yang pindah ke rumah di sebelah rumah Madeline. Madeline suka melihat keluarga itu dari jendela kamarnya di lantai atas. Keluarga itu layaknya keluarga biasa. Ayah, ibu, anak perempuan dan anak laki-laki. Anak laki-laki itu ia ketahui dengan nama Olly. (Gue lupa nama lengkapnya, atau mungkin emang ga ketemu *sigh*) Madeline dan Olly sering saling bertemu pandang dari jendela. Hingga suatu malam, Olly menulis alamat emailnya di jendela. Sejak saat itulah Madeline selalu berkomunikasi dengan Olly. Awalnya hanya saling pandang lewat jendela, kemudia email, chatting hingga bertemu langsung. Madeline memohon kepada perawatnya, Carla untuk memperbolehkannya bertemu langsung dengan Olly. Dengan syarat adanya jarak jauh antar mereka dari sisi tembok yang satu ke sisi tembok lainnya di dalam sebuah ruangan rumahnya.

It means one thing doesn’t always lead to another. It means you can do every goddamn thing right, and your life can still turn to shit.

Setelah bertemu langsung dengan Olly, ia merasakan perubahan dalam dirinya. Terjadi keanehan dalam hatinya. Tapi hasil pemeriksaan yang dilakukan Carla menunjukkan bahwa Madeline dalam kondisi normal. Diketahui selanjutnya bahwa Madeline jatuh cinta dengan Olly. Karena perasaannya itu semakin besar, ia pun berpikir untuk hidup dan melakukan kontak fisik layaknya remaja pada umumnya dengan Olly. Ia ingin merasakan semua pengalaman pertama jatuh cinta dengan Olly. Walaupun ia mengetahui bahwa itu akan menyakiti perasaan ibunya. Dan bahkan membahayakan nyawanya.

BAGUS WOI BAGUS. I love the cover, so uniq and beautiful. 3 jam udah selesai baca saking ga bisa berhenti memalingkan pandangan X3 Banyak gambar-gambar yang terselip di dalam cerita yang menjadi nilai tambah dari buku ini. Endingnya pun tidak sesuai tebakan gue, jadinya puas deh.

Love is teribble thing and its loss is even worse. Love is a teribble thing and I want nothing to do with it.

Gue baru tau ada penyakit SCID ini. Entah benar apa ngga, karena gue ngetik ginian blom coba browsing tentang benar adanya penyakit alergi pada skala besar. Tapi gue bisa membayangkan gimana rasanya terasingkan dari dunia luar. Lingkungan cuma di dalam rumah doang. Ya walaupun ada koneksi internet, tetap aja bosannya setengah mati. Setidaknya gue bersyukur tidak ada penyakit alergi atau semacamnya di diri gue. Syukuri apa yang ada dum dum dum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s