Review Buku #19 – Caraval (2017)

cover (2)

Whatever you’ve heard about Caraval, it doesn’t compare to the reality. It’s more than just a game or a performance. It’s the closest you’ll ever find to magic in this world.

BUKU DEBUTNYA STEPHANIE GARBER DAN LANGSUNG MANTAP. Why I love this story? You should listen to me first then.

Scarlett tidak pernah meninggalkan pulau kecil tempat dirinya dan saudara tercintanya, Tella. Mereka tinggal dengan ayah mereka yang kejam dan berkuasa di tempat itu. Lalu Ayah Scarlett mengatur pernikahan untuknya dan Scarlett masih memimpikan impiannya untuk melihat Caraval. Caraval adalah pertunjukkan terkenal yang diadakan 1 tahun sekali dimana para penontonnya ikut berpatisipasi di dalamnya. Tapi di saat hari pernikahannya semakin dekat, impian Scarlett mulai terlihat secercah harapan ketika dirinya menerima undangan untuk berpatisipasi dalam Caraval. Scarlett, Tella dan seorang pelaut misterius bernama Julian, mereka pergi ke pulau diadakannya Caraval. Hanya saja ketika mereka baru tiba disana, Tella diculik oleh pemimpin pertunjukkan Caraval, namanya Legend. Tujuan Scarlett mengikuti Caraval pun tidak lagi sama.

Every person has the power to change their fate if they are brave enough to fight for what they desire more than anything.

Gue akan sedikit menceritakan tentang Caraval dalam buku ini.
Diceritakan bahwa ada legenda dimana seorang pria yang mencintai seorang wanita tetapi tidak tersampaikan. Kemudian si pria diberikan kesempatan agar 1 keinginannya terkabul. Si pria sempat bingung antara keinginan untuk sukses atau keinginan agar bisa bersama wanita yang iya cintai. Akhirnya si pria memilih untuk sukses dalam bidang petunjukkan sirkus dan diberkahi kekuatan sihir. Ia berencana untuk sukses dulu dan akan menjemput wanitanya. Tapi ternyata setelah ia sukses, si wanita sudah menikah dengan orang lain. Hal tersebut membuatnya menjadi seseorang dingin dan tidak punya perasaan. Banyak rumor yang beredar bahwa ia suka membuat wanita jatuh cinta padanya dan kemudian menghancurkan hati wanita itu. Para wanita yang patah hati itu pun bunuh diri.

Disappeared like a broken star, leaving the world untouched, save for the bits of missing light that no one would ever see again.

Walaupun ini adalah debut awalnya, Stephanie mampu menyajikan cerita dengan jelas dan padat. Semua gambaran fantasy yang ada juga sangat terinci. Waktu di dalam Caraval lebih cepat berjalan dibandingkan di dunia luar. Sehingga Scarlett harus memanfaatkan waktu dengan baik dan cepat untuk memecahkan misteri dalam game yang di Caraval. Ia harus segera memenangkannya atau Tella akan mati. Scarlett mengikuti game Caraval dibantu oleh Julian. Seorang pria pelaut yang entah kenapa banyak tahu tentang jalannya game Caraval.

Banyak teka teki dalam Caraval. Semua pilihan yang diambil Scarlet menentukan iya dan tidak kelanjutan permainannya. Julian yang misterius karena suka pergi entah kemana tetapi datang di saat Scarlett dalam masalah, membuat Scarlett perlahan menyukai Julian. Tetapi seiring berjalannya permainan, ia berhadapan dengan fakta yang mengejutkan tentang hubungan antara Julian dengan Legend. Ditambah lagi dengan kemunculan ayahnya yang mendadak datang ke Caraval tanpa sepengetahuannya. Scarlett pun mengambil keputusan bahwa di dalam Caraval, tidak ada orang yang dapat dipercaya. Bahkan saudaranya kandungnya sendiri.

A world built of make-believe. So while we want you to get swept away, be careful of being swept too far away. Dreams that come true can be beautiful, but they can also turn into nightmares when people won’t wake up.

Tokoh kesukaan gue disini tentu si Julian. Kalian harus membacanya dulu agar tahu kenapa gue lebih pilih Julian daripada Scarlett. SEMUA BERMULA DARI ADEGAN HAMPIR TENGGELAM.

Di tengah cerita, gue kesal banget dengan peran Tella. Karena dia hampir membuat gue stress ketika membaca cerita ini. Sebenarnya tujuan Tella membuat janji dengan Legend itu baik. Hanya saja, gue berpikir bagaimana bila gue berada di posisi Scarlett. Gue mati – matian menolong saudara gue, bahkan sampai menyaksikan adanya kematian seseorang demi gue. Tapi berujung pada saudara gue berbohong selama ini. Gimana ngga kesel coba. Tapi watak Scarlett disini adalah seorang wanita yang menomorsatukan Tella dibandingkan apapun. Bahkan Scarlett rela mati agar Tella berpihak padanya. Tipikal sifat tokoh utama fiksi.

“No one is truly honest.”
“Even if we don’t lie to others, we often lie to ourselves. And the word good means different things to different people.”

Ending cerita ini berakhir dengan gantung, karena memang dikondisikan seperti itu. Kenapa? Karena buku ini bakal ada kelanjutannya di tahun 2018. Gue penasaran bagaimana kelanjutan cerita Scarlett dan Julian. Apalagi ternyata di buku ke 2 nanti, sang Legend akan datang untuk menagih janji kepada Tella. Sebaiknya kalian yang membaca review ini, segera membacanya agar tahu kenapa buku ini sangat gue rekomendasikan. Konsep ceritanya tidak biasa dan fresh. Salah satu buku terbaik tahun 2017 ini *big smile*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s