Review Buku #20 – The Stars Never Rise Series (2015 – 2016)

The Stars Never Rise 1-2

They will try to destroy us, but we are made to fly.

The Stars Never Rise adalah sebuah series duology (hanya 2 buku) karya Rachel Vincent. Menceritakan tentang seorang perempuan yang harus bekerja sama dengan para exorcist untuk menyelamatkan saudara perempuannya dan skala yang lebih luas, umat manusia. Dunia dimana organisasi Gereja paling berkuasa di antara manusia dengan musuh mereka yaitu para Degenerates. Penasaran?

Nina Kane, perempuan berumur 16 tahun, seharusnya khawatir dengan jiwanya. Tapi Nina terlalu sibuk untuk mencoba bertahan hidup. Kota tempat tinggal Nina adalah kota dimana populasinya sudah banyak berkurang karena iblis pemakan jiwa manusia. Sehingga pasokan jiwa untuk manusia juga terbatas. Bersama dengan adiknya, Mellie, saling berbagi makanan dan mengumpulkan uang adalah hal yang utama. Mereka sudah menyerah dengan ibu mereka yang seperti orang mati tetapi sebenarnya masih ada.

Ketika Nina mengetahui bahwa Mellie menyimpan rahasia yang membahayakakan eksistensi mereka, Nina akan melakukan apapun untuk melindungi adiknya. Karena di New Temperance, perbuatan dosa akan dihukum sama seperti kejahatan. Gereja dan tentaranya yang berupa exorcist berjubah hitam berkuasa di kota itu. Dan dosa Mellie membuat mereka dalam masalah serius. Agar mereka tetap hidup, Nina pun menaruh kepercayaannya pada Finn, seorang buronan yang sudah menyelamatnya nyawanya dari Degenerates dan seorang yang berkemampuan seperti exorcist.  Tapi exorcist macam apa yang bukannya memakai jubah, tetapi memakai hoodie?

I feel like my life is a book, and someone turned the page before I was ready, and now I can’t follow the story.

Latar belakang dunia yang diceritakan di buku ini agak rumit. Misalnya adanya hukum “Donasi Jiwa”. Sebuah hukum dimana manusia memberikan jiwanya pada orang lain agar orang yang diberikan jiwa itu bisa hidup. Seorang bayi yang lahir harus segera diberikan jiwa, karena kalau tidak bayi itu akan langsung mati. Biasanya orang yang sudah berumur akan mendaftarkan jiwanya untuk diberikan kepada keluarganya jika dirinya sudah mati. Sehingga keluarga itu dapat terus berlanjut turun termurun. Jika ada orang yang sudah terlanjur mati tapi belum menentukan kemana jiwanya akan diberikan, maka jiwa orang itu sementara akan disimpan oleh gereja. Tapi tidak sembarangan orang juga yang bisa mendapatkan jiwa. Seseorang yang terlahir cacat atau mandul tidak boleh mendapatkan donor jiwa. Karena dianggap pemborosan jiwa.

Apa itu Degenerates? Degenerates disini adalah iblis berwujud setengah manusia dan setengah monster. Degenerates merasuki tubuh manusia dan tinggal di dalamnya selama bertahun – tahun hingga jiwa manusia itu habis termakan. Setelah jiwa manusia itu habis termakan, Degenerates harus segera mencari tubuh lain. Kalau telat, tubuh Degenerates itu akan bermutasi dan Degenerates akan terkurung disana.

The truth is like a disease, let’s hope it spreads.

Sebenarnya masih banyak point penting yang gue mau ceritakan disini, tapi kalian mesti membacanya sendiri. Sebuah dunia yang latarnya sungguh fantasy banget. Ya namanya juga fiksi. Point fiksi yang paling gue suka dsini adalah keberadaan Finn. Finn bukan seorang berbadan lengkap layaknya manusia. Finn hanyalah sebuah jiwa yang berpindah ke banyak tubuh. Itulah uniknya tokoh tersebut. Ditambah lagi, Nina mencintai Finn apapun itu wujudnya. Tapi bila Finn memasuki tubuh tertentu, warna mata manusia yang dirasuki itu akan berubah jadi hijau gelap. Dengan cara itu, Nina bisa mengenal Finn. Lalu bagaimana akhir nasib romansa mereka? Sekali lagi, kalian harus membacanya.

Gue ingat banget kalau duology ini gue tamatkan dalam waktu 3 hari. Ceritanya seru dan bikin gue tidak bisa berhenti membaca. Tentu saja membacanya ketika waktu luang. Bergadang semalaman karena didorong rasa penasaran akan siapakah Finn itu dan kenyataan sesungguhnya di balik Gereja dengan exorcistnya. Kalian ga bakal nyangka deh. Gue yang baca ini duluan aja sampai bengong.

Salah satu series yang worth it dan gue sangat merekomendasikan ini untuk dibaca! 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s