Review Buku #21 – Firebirds Series (2014 – 2016)

Firebirds

Every form of art is another way of seeing the world. Another perspective, another window. And science –that’s the most spectacular window of all. You can see the entire universe from there.

Firebirds series adalah trilogy yang sungguh menggugah hati gue. Sebuah cerita menakjubkan yang ditulis dengan baik. Menceritakan tentang seorang perempuan yang mengejar cintanya ke dimensi lain. Dimensinya bukan satu loh. Melainkan BANYAK dimensi yang dia kunjungi. Karena gue bilang “mengejar cinta”, bukan berarti ini banyak berfokus pada romance. Coba dilanjutkan lagi baca review gue di bawah ini.

Orang tua dari Marguerite Caine adalah pasangan yang berprofesi sebagai ahli ilmu fisika yang terkenal dengan penemuannya. Penemuan terkenal mereka adalah Firebird, sebuah alat yang memungkinkan pengguna untuk lompat ke berbagai dimensi alam semesta. Ketika ayah Marguerite dibunuh, Marguerite bersumpah akan mengejar dan membunuh Paul, asisten orang tuanya yang kabur ke dimensi lain. Marguerite tidak akan melepaskan pembunuh ayahnya itu, walaupun Paul lari ke berbagai dimensi.

Tetapi setiap dimensi yang ia datangi, ia bertemu dengan versi Paul “tidak bersalah” yang berbeda dengan dimensi dia berada. Ia pun jadi ragu apakah Paul sungguh pembunuh sebenarnya. Lalu di saat dia mengetahui kenyataan sebenarnya dari kematian ayahnya, ia tidak menyangka bahwa hal itu mengubah banyak hal. Termasuk pandangannya kepada Paul.

Ten thousand skies, and a million worlds, and it still wouldn’t be enough for me to share with you. Nothing less than forever will do.

Spoiler yang disengaja karena ini penting  : Paul Markov bukan pembunuh sebenarnya. Paul adalah pria yang mencintai Marguerite dan perasaan itu selalu sama di dimensi manapun. Paul adalah tokoh idaman gue disini. Semua kalimat yang dilontarkan dan tingkah yang diambil membuat gue masih susah move on dari tokoh ini. Gue bersyukur sang author menciptakan tokoh seperti Paul T_T

Oke sebelum bercerita lebih lanjut, mari gue jelaskan sedikit gambaran perpindahan dimensi yang dibicarakan di series ini.

  1. Ketika berpindah ke dimensi lain, Marguerite di dimensi yang ia datangi tidak menjadi 2 orang. Melainkan jiwa Marguerite memasuki tubuh Marguerite di dimensi itu. Sedangkan Marguerite versi dimensi lain itu semacam tersingkirkan dan tidak mempunyai kontrol apapun terhadap tubuhnya. Ia hanya menjadi “penonton” yang melihat tubuhnya bergerak dan berbicara kepada orang di sekitar. Jadi selama Marguerite melakukan hal ini itu, Marguerite yang tersingkirkan itu juga tahu semua yang dilakukan tubuhnya.
  2. Ketika berada dalam tubuh versi dimensi lain, hindari kematian. Karena bila Marguerite meninggal di tubuhnya versi dimensi lain, maka ia juga akan terjebak dan ikut mati bersama versi Marguerite yang ia masuki.
  3. Karena yang berpindah hanya jiwa, maka segala luka pada tubuh yang dimasuki atau barang yang dipakai tidak bisa ikut terbawa. Kecuali alat Firebirds itu sendiri.

You are not my Marguerite. And yet, you are. This essential thing you share – your soul – that is what I love. 

Banyak dimensi yang didatangi oleh Marguerite. Lalu ketika ia datang ke dimensi itu, Marguerite tidak monoton di tempat yang sama. Karena Marguerite versi lainnya bisa menjadi apa saja dan berada dimana saja. Dari kota London dengan tekonologi masa depannya hingga dunia dimana laut menenggelamkan segala hal, sehingga manusia mayoritas hanya bisa berada di dalam laut. Dari Marguerite sang putri kerajaan hingga Marguerite yang hidup di masa perang tanpa henti. Bayangkan betapa luasnya latar cerita yang diceritakan disini. Semua dimensi yang didatangi, ada cerita masing – masing dan semua membekas pada Marguerite. Semua dimensi yang ada, ia menemukan Paul yang mencintainya.

I would love you in any shape, in any world, with any past. Never doubt that.

Ada tokoh penting 1 lagi di cerita ini. Nama orang tersebut adalah Theo. Theo juga asisten orang tua Marguerite dan merupakan sahabat dekat Marguerite. Theo juga mencintai Marguerite dan memegang peran penting. Kalian tidak bakal nyangka deh kisah Theo disini. Lalu kenapa setelah mengetahui Paul bukan pembunuh, Marguerite masih berkelana ke banyak dimensi? Karena penjahat sebenarnya memecahkan jiwa Paul ke beberapa dimensi. Jadi perjalanan Marguerite tidak berakhir begitu saja. Kemudian setelah pecahan jiwa Paul itu terkumpul, kembali ada masalah yang datang. Masalah yang harus segera ditangani sebelum semua dimensi tempat Marguerite hidup akan lenyap.

Sometimes I look at you, and I think—if I didn’t know we shared a destiny, if I hadn’t seen the proof for myself, I’d never believe this was real. That you could love me as much as I love you.

VERY RECOMMENDED BY ME.

Claudia sudah official masuk jajaran author favourite bagi gue. Sayangnya series yang ia buat ini hanya sampai di buku ke tiga. Untuk mengobati rasa cinta gue pada cerita ini, gue sampai membaca versi fanfiction kisah Paul & Marguerite. LOL

Gue jarang baca cerita yang ada unsur travel dimension dan sekalinya menemukan cerita dengan unsur tersebut, ceritanya tidak begitu bikin gue napsu. Ini cerita travel dimension paling best yang pernah gue temukan. Tidak bermaksud lebay, tapi memang series ini bagus sekali dan tidak boleh dilewatkan. Okay? =)

They say “time heals,” but even now, I know that’s a lie. What people really mean is that eventually you’ll get used to the pain. You’ll forget who you were without it; you’ll forget what you looked like without your scars.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s