Review Buku #23 – When We Collided (2016)

cover

Can you find yourself when you are falling apart?

Penyakit bipolar sering diangkat menjadi unsur sebuat cerita, maupun itu buku  atau movie. Buku ini gue temukan ketika gue lagi mencari rekomendasi cerita yang tokohnya mengalami penyakit bipolar. Penyakit bipolar adalah penyakit dimana penderita perubahan emosi yang sangat ekstrim. Dari bahagia berlebihan menjadi putus asa berat. Penderita beresiko merusak diri sendiri dan bisa berakhir dengan kematian akibat bunuh diri karena emosi putus asa yang terlalu dalam. Kemudian gue menemukan cerita dengan topik bipolar ini yang merupakan buku debut dari Emery.

Jonah Daniels adalah seorang remaja pria yang tinggal di Verona Cove sepanjang hidupnya selama 17 tahun ini. Hanya 1 hal yang berubah, ayahnya sudah meninggal. Dengan ibunya yang depresi karena kehilangan suaminya, Jonah dan 5 saudaranya berusaha untuk tetap menjalani kehidupan normal dan mengurus restoran yang ditinggal ayah mereka. Ketika musim panas datang, perubahan yang kedua datang : Vivi Alexander, seorang gadis yang baru pindah ke Veronica Cove.

My dark days made me strong. Or maybe I already was strong, and they made me prove it.

Vivi sangat mencintai hidupnya. Gadis yang mempesona dan selalu aktif. Setelah bertemu Jonah, ia secara perlahan diterima di keluarga Daniels. Ia memenangkan hati saudara Jonah dengan imajinasinya dan berbagai tingkah riangnya. Keluarga Daniels pun menjadi lebih hidup karena kedatangan Vivi. Tapi hal itu tidak berlangsung lama karena semangat Vivi untuk hidup mulai goyah. Tidak lama lagi hidup kepetualangannya akan berubah menjadi bahaya.

Melewati segala momen senang dan sedih, hubungan antara Vivi dan Jonah akan diuji. Tapi apa yang terjadi bila dengan cinta saja itu tidak cukup?

“I keep wondering if it’ll ever hurt less. This… this hole in our lives.”
“Oh, I imagine it’ll hurt less eventually. I think there will always be a hole, though. But lace is one of the most beautiful fabrics, you know. All those holes and gaps, but it’s still complete somehow- still lovely.”

Entah kalimat apa yang harus gue beritahukan disini ketika buku ini selesai gue baca. Banyak kesan lucu, mendebarkan dan kesedihan di ceritanya. Di awal cerita, kita akan melihat sosok Vivi yang sangat positif dan tidak bisa diam. Akrab dengan siapa saja. Semangat yang sangat besar seakan tenaganya tidak pernah habis. Ia bahkan bisa langsung dekat dengan adik Jonah yang sulit untuk bergaul dengan orang asing. Jonah yang melihat itu pun jadi ikut tertarik dan nyaman dengan keberadaan Vivi.

Lalu tokoh utama pria disini, Jonah, mulai merasa ada yang aneh dengan tingkah Vivi. Bila Vivi sudah terlalu semangat akan 1 hal, ia tidak bisa berhenti dan melihat sekitar. Bila disuruh berhenti, ia akan marah dan pergi melanjutkan kesenangannya. Jonah yang melihat itu pun sempat marah dengan Vivi yang meninggalkannya. Tapi besoknya Vivi datang menemui Jonah dan bertingkah seakan perbuatannya kemarin tidak salah. Hingga puncaknya di saat Vivi yang terlalu semangat dan mengalami kecelakaan. Jonah pun tahu bahwa Vivi mengalami penyakit bipolar.

I also know that emotions come from the brain. So why do people feel real aches in their chests? Why does it feel like we carry every feeling in our cores?

Cerita antara seorang pria yang mengalami keraguan akan masa depannya karena harus mengurus keluarganya dengan gadis yang mempunyai berbagai imajinasi dalam hidupnya. Ending yang menyentuh hati gue sebagai pembaca. Best.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s