Review Buku #27 – Throne of Glass (2012)

Throne of Glass-Cover

We each survive in our own way.

Disebutkan bahwa kerajaan Adarlan mempunyai kuasa yang besar di Erilea. Adarlan memusnahkan semua yang berhubungan dengan sihir. Sihir dianggap sebuah hal yang tabu. Bagaimana jadinya jika assassin terhebat di Erilea yang membenci Adarlan tidak mempunyai pilihan selain melayani raja Adarlan?

Celaena Sardothien adalah seorang gadis yang berstatus budak di Endovier. Endovier terkenal sebagai neraka tempat penambangan para budak Adarlan bekerja. Tidak pernah ada yang bisa kabur dari Endovier. Bahkan baru kabur beberapa langkah saja, langsung dibunuh di tempat. Namun itu tidak berlaku pada Celaena. Celaena pernah mencoba kabur sekali, dengan membunuh puluhan banyak penjaga, ia bisa mencapai pinggir tembok pembatas. Namun usahanya gagal. Celaena bukan gadis biasa. Ia adalah seorang assassin terhebat di Adarlan.

Names are not important. It’s what lies inside of you that matters.

Suatu hari Celaena dijemput oleh Chaol Westfall yang merupakan seorang “Captain of Royal Guard”. Celaena dibawa ke tempat dimana Dorian Havilliard, pangeran mahkota kerajaan Adarlan sudah menunggu dirinya disana. Celaena ditawarkan sebuah perjanjian dimana ia akan mendapatkan kebebasannya bila menjadi Champion sang raja. Ketika menjadi Champion, Celaena akan ditugaskan untuk melakukan “pekerjaan kotor” dari sang raja, seperti membunuh orang – orang yang dianggap membahayakan raja. Selama 4 tahun menjadi Champion dan Celaena terbebas dari status budaknya. Sudah pasti Celaena menyetujuinya. Kebebasan merupakan suatu hal yang berharga bagi Celaena. Namun ternyata tidak semudah itu menjadi Champion. Raja mengadakan pertandingan dimana para petinggi kerajaan dan bahkan pangeran mahkota, memsponsori seseorang untuk jadi salah satu calon Champion. Para orang yang disponsori tersebut akan melalui berbagai ujian dan di final akan ada 4 orang yang bertarung untuk memperebutkan posisi Champion.

We all bear scars… Mine just happen to be more visible than most.

Selama tinggal di kerajaan untuk mempersiapkan pertandingan, Celaena harus merahasiakan identitasnya dan berpura – pura menjadi orang lain untuk mencegah lawan mencari tahu info tentang Celaena. Lillian Gordaina, seorang pencuri perhiasan. Itulah identitas barunya. Celaena juga tidak boleh terlalu menonjolkan kemampuan aslinya ketika pertandingan. Tidak masalah di peringkat rendah asalkan ia tetap lolos di setiap ujian yang disediakan. Awalnya Celaena tidak setuju karena ia merasa “rendah” bila dianggap seorang tidak berkemampuan. Namun Dorian yang mengharuskannya seperti itu bila tetap ingin mendapatkan kebebasan. Di kerajaan, Celaena bertemu dengan Nehemia, Putri Eyllwe. Nehemia datang ke Rifthold (tempat kerajaan Adarlan berada) untuk mempelajari budaya dan bahasa Adarlan. Karena Celaena mengerti dan fasih berbicara Eyllwe, Celaena dan Nehemia pun menjadi teman dekat. Namun Celaena tidak mengetahui rahasia dan tujuan sebenarnya Nehemia.

You could do anything, if only you dared. And deep down, you know it, too. That’s what cares you most.

Hari demi hari berlalu, ujian demi ujian berhasil Celaena lewati. Semua itu berlalu tidak dengan keadaan tenang. Karena ada pembunuhan berantai dimana yang menjadi korban adalah para calon champion. Mereka semua mati dengan cara mengenaskan. Seperti dicabik dan dimakan oleh hewan buas. Setiap ujian akan berlangsung, hari sebelumnya selalu ada 1 orang yang meninggal. Hal itu membuat Celaena takut bila gilirannya akan tiba.

My name is Celaena Sardothien. But it makes no difference if my name’s Celaena or Lillian or Bitch, because I’d still beat you, no matter what you call me.

Suatu malam ia bermimpi. Mimpinya terasa sangat nyata. Di mimpi tersebut ia berada di makam. Di tempat tersebut ada sarchopagus (peti mayat yang terbuat dari batu) serta patung seorang raja dan ratu. Ia kaget bahwa tempat tersebut dipenuhi oleh Wyrdmark. Celaena menyadari bahwa makam itu adalah makam Gavin, raja pertama Adarlan dan Elena, putri pertama Terrassen, istri Gavin dan ratu pertama Adarlan. Elena adalah seorang immortal, berkekuatan sihir namun setengah peri setengah manusia. Tiba – tiba sosok Elena muncul di hadapan Celaena. Elena tidak bisa dibilang sudah mati atau masih hidup. Elena meminta Celaena untuk memenangkan Champion. Elena memberi tahu bahwa ada sesuatu yang jahat di dalam kerajaan dan Celaena harus menghentikannya sebelum ia membuka portal dimana para monster dan iblis dapat masuk. Lalu dengan perasaan percaya atau tidak dengan mimpi itu, ia menyelidiki tentang Wyrdmark.  Celaena yakin bahwa kematian para calon Champion berhubungan dengan Wyrdmark.

With each day he felt the barriers melting. He let them melt.

Ada unsur semi cinta segitiga di cerita ini. Chaol tertarik dengan Celaena namun ia masih tidak menyadari apakah itu perasaan suka atau bukan. Dorian sudah yakin ia menyukai Celaena. Ia bahkan sudah tidak peduli dengan kerajaan dan berpikir cara apapun untuk tetap bersama Celaena (ini yang membuat doi jadi tokoh kesukaan gue). Lalu Celaena sendiri tertarik dengan keduanya. Cuma karena Dorian yang selalu lebih agresif, Celaena akhirnya menjalani hubungan dengan Dorian duluan diiringi dengan pikiran “gue suka sama perhatian Chaol ke gue tapi mungkin karena dia merasa bertanggung jawab atas perintah Dorian”. Iya gue yakin tokoh semacam ini banyak yang benci. Karena biasanya tokoh yang begini bakal bikin seseorang sakit hati (ups sedikit spoiler ending cerita).

She haunted his thoughts, made him wish to do grand and wonderful things in her name.

Mari kesampingkan sisi romancenya. Gue lumayan suka cerita dengan latar belakang kerajaan + survival. Apalagi kalau ada fantasynya. Semua jadi perfect. Hanya saja gue merasa ada sedikit kekurangan di cerita ini. Mungkin karena actionnya tidak terlalu banyak dan sebenarnya bahasanya agak berat. Tapi cerita ini tetap berhasil membuat gue “terikat” hingga akhir.

Semua tokoh diceritakan dengan pelan namun tidak membosankan. Gue lebih suka penggambaran tokoh yang seperti ini karena bisa membuat gue lebih terhanyut dengan kepribadian mereka. Adegan paling berkesan di cerita ini ketika pesta dansa. Oh my god Dorian is such a dork. Oh iya, kalian tidak bakal nyangka siapa “sesuatu yang jahat” yang dimaksud di atas.

No. I can survive well enough on my own- if given the proper reading material.

Mungkin bisa dibilang gue telat banget mulai membaca series Throne of Glass. Ketika gue menulis review ini, series ini sudah mencapai 5 volume. Dan sang author, Sarah J. Maas sudah merampungkan draft volume ke 6. Dengan niat untuk ngebut, sekarang gue siap melanjutkan ke volume selanjutnya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s