Review Buku #30 – Queen of Shadows ‘Throne of Glass 4’ (2015)

queen of shadows

Ten years of shadows, but no longer. Light up the darkness, Majesty.

Jati diri sebenarnya dari Celaena Sardothien adalah Aelin Galathynius. Pewaris Kerajaan Terrasen. Ratu Terrasen. Tapi sebelum Aelin memperoleh kembali takhtanya, ia harus berjuang.

Aelin menemui Arobynn Hamel. Gurunya selama 10 tahun yang membuat Aelin menjadi assassin. Tapi juga sangat dibencinya karena sifat Arobynn yang “sampah”. Arobynn sangat sadis dan licik. Ditambah lagi karena ia yang menyebabkan Sam, pasangan hidup Aelin di masa lampau, meninggal dengan mengenaskan. Sam dimutilasi secara perlahan. Sam dibunuh karena mencintai Aelin. Sam dibunuh karena berani mengambil hati Aelin yang dianggap Arobynn adalah miliknya. Tapi Aelin harus menghadapi Arobynn dan membunuhnya. Lalu setelah itu Aelin akan merebut Amulet of Orynth, Wyrdkey ketiga.

Tell me what I must do to atone; tell me to crawl over hot coals, to sleep on a bed of nails, to carve up my flesh. Say the word, and it is done. But let me care for you as I once did, before … before that madness poisoned my heart. Punish me, torture me, wreck me, but let me help you. Do this small thing for me—and let me lay the world at your feet.

Aelin tidak langsung membunuh Arobynn. Aelin membutuhkan pertolongan Arobynn untuk membebaskan Aedion Ashryver, sepupunya yang tertangkap oleh Raja Adarlan. Arobynn tidak begitu saja rela menolong Aelin. Arobynn memegang prinsip give and take. Setelah Arobynn memberi informasi tentang Aedion, Aelin pun menceritakan tentang Raja Adarlan yang mempunyai kekuatan iblis. Tentang para iblis yang bersemayam di dalam orang – orang yang dipilih Raja Adarlan. Dengan memakaikan cincin atau collar berbatu hitam pada orang yang dipilih, maka orang tersebut berada dalam kendali Raja Adarlan. Tapi Aelin tidak menceritakan sepenuhnya, tidak tentang Wyrdmarks dan Wyrdkeys. Setelah mendengar penjelasan Aelin, Arobynn meminta Aelin untuk membawakannya salah satu prajurit yang dikendalikan oleh iblis tersebut. Tidak diketahui alasan sebenarnya Arobynn mengajukan permintaan itu. Untuk sementara ini, Aelin akan mengikuti permainan Arobynn. Mari lihat siapa yang akan tertawa di akhir.

But she was her own champion now. And she would not add another name of her beloved dead to her flesh.

Hubungan Aelin dan Chaol tidak seperti dulu lagi. Setelah Chaol mengetahui Celaena selama ini menipunya dan menyembunyikan identitasnya sebagai Aelin Galathynius, Chaol tidak bisa melihat Celaena dengan mata yang sama. Ketika betemu lagi, Chaol menceritakan semua yang terjadi ketika Aelin pergi. Mengenai Dorian yang mengeluarkan sihirnya di depan Raja Adarlan dan dirinya yang kabur meninggalkan Dorian. Tentang Dorian yang berperilaku aneh dengan collar batu hitam di lehernya. Ketika Aelin menceritakan hal yang dilakukannya di Wendlyn, Chaol marah karena Aelin kembali tidak membawa bantuan apapun dari Wendlyn untuk melawan Adarlan. Ia menganggap Aelin hanya bersenang – senang dengan pangeran Faenya, Rowan. Chaol menyebut Aelin sebagai monster yang tidak peduli bila ada orang lain terbunuh, asalkan tujuan Aelin tercapai. Aelin yang marah langsung mengatakan fakta sebenarnya tentang collar di leher Dorian. Tidak ada lagi serpihan Dorian di dalam tubuh itu, hanya pangeran iblis. Tidak ada cara menyelamatkan Dorian. Jalan satu – satunya hanya membunuh iblis itu bersama Dorian di dalamnya.

Even when we’re apart tomorrow, I’ll be with you every step of the way. And every step after—wherever that may be.

Banyak yang harus dilakukan Aelin sekembali dirinya ke Rifthold. Namun bebannya sedikit berkurang ketika ia bertemu kembali dengan Lysandra, musuh lamanya ketika ia masih menjadi assassin. Dulu musuh sekarang sahabat. Aelin bersyukur ada seseorang seperti Lysandra di sisinya. Setelah menyelamatkan Aedion, orang yang disayanginya bertambah di dekatnya. Namun Aelin terus merindukan Rowan. Aelin tidak mengajak Rowan bersamanya karena sihir tidak berlaku di daerah Adarlan. Ia menyuruh Rowan untuk menunggu dirinya di Wendlyn. Ketika Rowan ternyata datang menyusulnya, Aelin sangat kaget bercampur bahagia. Karena Rowan berada di daerah Adarlan, Rowan datang dengan tubuh mortal yang bisa mati kapan saja tanpa sihir di dalamnya. Walaupun begitu, Aelin merasakan kekosongan dalam hatinya hilang. Ia merasa lengkap.

She was young and inexperienced and his carranam and queen, and he wanted nothing more than that. If she hadn’t been so foolish, so stupidly unaware, maybe she would have realized that, understood that though she’d seen his eyes shine with hunger—hunger for her—it didn’t mean he wanted to act on it. Didn’t mean he might not hate himself for it.

Mendapatkan kembali Amulet of Orynth dan menghancurkan tower yang berada di dalam kerajaan. Berdasarkan informasi Chaol, ada 3 tower yang dibangun di 3 daerah yang berbeda dan membentuk pola segitiga. Tower tersebut terbuat dari Wyrdstone. Tumbangkan 1 tower saja maka pola segitiganya akan hilang dan sihir akan kembali. Lalu berdasarkan informasi Rowan, salah satu bawahan setianya Maeve datang ke Rifthold. Lorcan berencana untuk merebut Wyrdkey dari Aelin. Tapi Aelin memanfaatkan kedatangan Lorcan dan menjadikannya salah satu pion dalam rencananya. Dengan dibantu Rowan, Aedion, Lysandra, Chaol dan Nesyrn, rencana yang ia sudah pikirkan secara matang harus segera dilaksanakan. Meskipun itu berarti membunuh Dorian.

Whatever you had to do to survive, whatever you did from spite or rage or selfishness … I don’t give a damn. You’re here—and you’re perfect. You always were, and you always will be.

Di sisi lain, Manon Blackbeak, penerus klan penyihir Blackbeak sudah menjadi Wing Leader. Manon beserta Thirteen dan para penyihir dari klan lain ditugaskan di Morath. Mereka menjaga Duke Perrington di tempat tersebut. Namun setelah sekian lama, perintah untuk berperang belum muncul juga. Di Morath, Manon bertemu dengan Kaltain. Perempuan yang terlihat aneh dengan collar di leher dan pandangannya kosong. Kaltain diperlakukan seperti budak oleh Duke. Tapi Kaltain bisa mengeluarkan api yang disebut shadowfire. Api yang tidak menghasilkan bekas bakar tapi efeknya berbahaya dan mematikan.

We are the masters of our own fates—we decide how to go forward.

Selain itu, Manon juga bertemu dengan Elide Lochan. Hubungan Manon dan Elide awalnya tidak baik, karena Manon berpikir Elide adalah mata – mata. Setelah mengenal lebih lama, diketahui bahwa Elide dulunya seorang bangsawan dari Terrasen. Elide bercerita bahwa ketika dirinya berumur 8 tahun, ada serangan yang membuat Terrasen hancur. Orang tuanya meninggal. Dirinya dibawa pergi dan dikurung oleh pamannya, Vernon. Karena ia dikurung dari kecil, pendidikannya juga berhenti. Ia tidak bisa membaca dan menulis. Selama ini Elide yakin bahwa Aelin Galathynius masih hidup dan berharap suatu hari Aelin dapat menghancurkan Adarlan.

You will make mistakes. You will make decisions, and sometimes you will regret those choices. Sometimes there won’t be a right choice, just the best of several bad options.

Manon melindungi Elide dari pamannya, dengan syarat Elide harus menyelidiki ruangan di bawah kastil Morath. Duke Perrington berkata bahwa ia sedang membuat tentara iblis tapi anehnya ia juga meminta penyihir dalam proses tersebut. Elide yang masuk ke tempat tersebut melihat pemandangan yang menyeramkan. Tempat tersebut seperti peternakan antara penyihir dengan orang yang dirasuki iblis. Lebih seramnya lagi, proses mengandung si penyihir yang tidak lazim. Bayinya cepat terlahir dan berwarna hitam. Dan proses mengandung dan melahirkan itu terus berulang di ruangan bawah kastil.

They were infinite. They were the beginning and the ending; they were eternity.

Para tetua klan penyihir mengadakan pertemuan dengan Adarlan, Manon dan Thirteen diharuskan ikut. Pertemuan diadakan di hutan dekat kerajaan Adarlan. Di tempat tersebut, Manon bertemu dengan Pangeran Dorian. Ketika melihat collar di leher Dorian, ia tahu bahwa Dorian juga dijadikan boneka oleh Raja Adarlan. Di tempat itu juga, Manon bertemu Aelin Galathynius yang ternyata seorang pemberontak melawan Adarlan. Manon membiarkan Aelin pergi karena ia teringat Elide. Tapi saat ia tahu bahwa Aelin yang membunuh Baba Yellowlegs, Manon langsung mengejar dan menyerang Aelin. Tapi Manon tidak menyangka akhirnya ia malah tidak berhasil membunuh Aelin. Manon Blackbeak, seorang penyihir pewaris klan penyihir terkuat berhutang nyawa pada Aelin Galathynius, Ratu Terrasen.

We do not look back, Chaol. It helps no one and nothing to look back. We can only go on.

Ceritanya semakin tegang dan rumit. Banyak banget fakta yang membuat gue kaget. Dari kegunaan sebenarnya dari Eye of Elena, kebohongan Gavin yang terungkap hingga tujuan Raja Adarlan sebenarnya. Kok begitu? Kok bisa sih? Bahkan gue kaget ternyata Aedion adalah anak dari Gavriel, salah satu rekan perang Rowan. Otomatis Aedion juga immortal. Ternyata juga Lysandra adalah shape-shifter. Lysandra bisa berubah menjadi wujud apapun. Tapi semenjak sihir hilang di Adarlan, Lysandra jadi terjebak di wujudnya yang sekarang. Lalu juga ada fakta penting lainnya yang harus kalian baca sendiri. Karena tidak mungkin gue menjabarkan panjang lebar semua disini.

I spent centuries wandering the world, from empires to kingdoms to wastelands, never settling, never stopping—not for one moment. I was always looking toward the horizon, always wondering what waited across the next ocean, over the next mountain. But I think … I think that whole time, all those centuries, I was just looking for  you.

Adegan cerita yang gue suka di volume kali ini adalah ketika Aelin bertindak sebagai Celaena Sardothien untuk terakhir kalinya. Akal liciknya sebagai seorang assassin untuk mencapai sesuatu sungguh membuat gue tercengang. Lalu pertempuran untuk menumbangkan tower di kerajaan itu paling tegang. Gue udah khawatir banget ketika rencana mereka gagal karena Lorcan tidak menjadi “pion” sesuai rencana Aelin. Lalu Aelin yang hampir terbunuh oleh Dorian. Ah.

I kept thinking about how you might never know that I missed you with only an ocean between us. But if it was death separating us … I would find you. I don’t care how many rules it would break. Even if I had to get all three keys myself and open a gate, I would find you again. Always.

Di cerita sebelumnya gue berharap di buku keempat akan ada banyak adegan Rowan-Aelin. Oke harapan gue terkabul. Aelin yang terus menggoda Rowan dan Rowan yang sebaliknya malah berusaha menahan diri agar tidak melewati batas…. Simmering sexual tension ugh. Tapi pada akhirnya mereka saling jujur sih dan gue kembali senyam senyum.

She was a whirling cloud of death, a queen of shadows.

Ending cerita di buku keempat ini sedikit bikin kaget. Aelin, Dorian dan Chaol berpencar. Gue udah membayangkan kalau mereka nanti bakal ketemu lagi di pertempuran terakhir di Morath dengan membawa tentara masing – masing melawan musuh sebenarnya. Aelin bersama Rowan, Aedion dan Lysandra pergi menuju Terrasen. Aelin akan membangun semua dari awal, di tanah kelahirannya. Lalu Elide yang juga ke Terrasen dan diperintahkan Kaltain untuk menyampaikan suatu benda penting pada Celaena Sardothien. Nahloh. Bagaimana kelanjutannya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s