Review Buku #31 – Empire of Storms ‘Throne of Glass 5’ (2016)

eog.png

They would not fight with morals and codes. They would fight to the death, and fight for survival. There would be no mercy, no compassion.

Oke bersiap saja karena gue tidak akan segan – segan drop banyak spoiler di review kali ini. Alasannya karena gue frustasi menunggu buku finalnya tahun depan dan galau banget setelah membaca chapter Fireheart di Tower of Dawn.

Aelin Galathynius bersama temannya sampai ke daerah Terrasen. Mereka mengadakan pertemuan dengan Darrow. Karena kesetiaannya pada Terrasen, Darrow menampung dan menyelamatkan orang – orang penting dari Terrasen ketika kerajaan itu hancur. Darrow tidak setuju jika Aelin menjadi Ratu Terrasen. Alasannya karena Aelin seorang mantan assassin yang pernah hidup nyaman di Adarlan, kerajaan yang menghancurkan Terrasen, lalu mendadak muncul untuk mengklaim gelar dan tanahnya. Setelah ditolak begitu saja, Aelin berjanji untuk kembali membawa sekutu dan bala tentara meskipun dirinya tetap tidak diangkat sebagai Ratu Terrasen.

To call in old debts and promises. To raise an army of assassins and thieves and exiles and commoners. To finish what was started long, long ago.

Dikabarkan bahwa ada sekumpulan penyihir yang menuju ke Rifthold untuk menyerang kastil Adarlan. Aelin meminta Rowan untuk segera ke Rifthold karena hanya dia yang bisa kesana secepat mungkin, dengan wujud burung elangnya. Dorian yang sudah menjadi Raja Adarlan, tidak boleh mati. Aelin tidak boleh kehilangan sekutu dari Adarlan. Saat Rowan tiba disana, Dorian hampir mati karena penyihir yang menyerangnya namun Dorian diselamatkan oleh Manon Blackbeak. Manon membunuh penyihir sekutunya dan membiarkan Dorian pergi. Dorian dan Rowan yang kabur dari Rifthold dengan kapal, hanya bisa melihat kastil Adarlan hancur. Sesuai perintah Aelin, Dorian dan Rowan pergi menuju Skull’s Bay. Skull’s Bay adalah tempat dimana para bajak laut berkumpul di bawah kekuasaan Rolfe. Bagaimanapun caranya, Aelin harus menjadikan Rolfe sebagai sekutunya. Walapun mereka punya hubungan yang buruk saat dirinya masih sebagai Celaena.

We shall create wonders that will make the world tremble.

Manon diinterogasi tentang dirinya yang membunuh penyihir dari klan Yellowlegs. Manon berbohong bahwa penyihir Yellowlegs itu ingin merebut tangkapannya, Raja Dorian. Alasan Manon diterima tapi salah satu anggota Thirteen harus dijadikan bayaran atas nyawa penyihir yang dibunuh Manon. Manon tidak bisa menerima hal tersebut. Ia langsung menyerang neneknya, ketua dari klan Blackbeack. Tapi serangan Manon gagal dan neneknya membocorkan rahasia yang selama ini disimpan. Manon merupakan keturunan terakhir Kerajaan Crochan. Manon adalah Ratu Crochan.

But the blood has still been shed. And blood must be paid.

Di sisi lain, Aelin bersama Aedion dan Lysandra datang ke kota Ilium. Ilium dulunya adalah benteng untuk kelompok Mycenians dan naga air mereka. Aedion menganggap Mycenians hanya seorang mitos namun Aelin tetap membebaskan kota Ilium dari tentara Adarlan yang menetap disana. Di kota Ilium ada Temple of the Stone. Di dalam kuil itu, Aelin memanggil jiwa Brannon, raja pertama Terrasen. Brannon menyuruh Aelin unuk ke Stone Marshes dan mencari “Lock”. Menurut Brannon, Lock digunakan untuk mengikat Wyrdkey dan menutup Wyrdgate selamanya. Setelah pertemuan dengan Brannon, Aelin dan temannya berhadapan dengan pengawas Endovier yang pernah menyiksa Aelin. Pria tersebut dirasuki Erawan. Erawan berkata bahwa ia sudah mengirim anak buahnya untuk mencari Dorian dan Rowan, lalu ingin menjadikan mereka pengikutnya. Aelin harus segera ke Skull’s Bay sebelum terlambat.

Her family—and her kingdom. Two dreams long believed lost, she realized as the northern wind ruffled her hair. That she would do anything—ruin herself, sell herself—to protect.

Rowan dan Dorian yang sudah sampai di Skull’s Bay terlebih dahulu, bertemu dengan Rolfe. Ajakan untuk menjadi sekutu oleh Dorian ditolak oleh Rolfe. Rolfe saat itu belum tahu tentang Celaena Sardothien, wanita yang dibenci olehnya, adalah orang yang sama dengan Aelin Galathynius. Di tempat tersebut, mereka bertemu dengan Gavriel dan Fenrys, rekan perang Rowan dulu yang juga melakukan Blood Oath dengan Maeve. Gavriel dan Fenrys diberikan perintah oleh Maeven untuk membunuh Lorcan. Karena Lorcan bagaimanapun akan datang menemui Aelin, karena kasus Rowan dan Aelin yang memberi Wyrdkey palsu ke Lorcan, Rowan meyakinkan Gavriel dan Fenrys untuk bekerja sama dengan Aelin. Setelah itu Rowan akan membiarkan mereka menyelesaikan misi dari Maeve saat Lorcan datang.

So yes—my Fireheart is one flame in the sea of darkness.

Butuh dua minggu untuk Aelin tiba ke Skull’s Bay. Rolfe tetap tidak mau bekerja sama dengan Celaena, bahkan setelah mengetahui bahwa Celaena adalah Aelin Galathynius. Salah satu alasan Aelin menjadikan Rolfe sekutunya karena map ajaib yang dimiliki Rolfe. Map tersebut dapat memberitahukan lokasi musuh, harta karun dan badai yang akan datang. Terutama benda – benda yang tidak bisa ditemukan begitu saja, seperti Lock. Alasan lainnya karena Rolfe adalah pewaris kelompok Mycenians.

“There is no room for error.”
“I know. We’ll make it count.”

Ada kabar bahwa tentara dari Morath sedang berada di dekat Eyllwe. Lalu Aelin sengaja mengeluarkan getaran kekuatannya tanpa Rolfe ketahui apa maksud Aelin. Mendadak kabar buruk datang ke Skull’s Bay. Tentara Valg sedang dalam perjalanan ke Skull’s Bay. Aelin memancing Valg datang dan Rolfe juga terpaksa meminta bantuan Aelin. Balasannya Rolfe harus meminjamkan armada laut dan kapalnya untuk Aelin. Lalu sesuai rencana, Aelin meminta Lysandra, seorang shape-shifter, untuk berubah menjadi sea dragon dan memancing Mycenians keluar. Lalu Aelin memakai Amulet of Orynth, salah satu Wyrdkey, dan mengeluarkan serangan api yang kuat untuk menyerang tentara Valg. Tapi karena kekuatannya terlalu besar, Aelin kehilangan kontrol akan dirinya dan Deanna merasuki tubuh Aelin. Deanna menyebutkan tentang Lock dan The Queen Who Was Promised. Kekuatan besar tersebut hampir mengarah balik ke Skull’s Bay dan mencelakai orang – orang di sekitar. Rencana Aelin menjadi berantakan. Ketika Deanna sudah pergi dari tubuhnya, tenaga Aelin sudah habis. Lysandra pun maju menyerang musuh yang tersisa dan hampir meninggal. Setelah kejadian itu, mau tidak mau Aelin menceritakan pada temannya bahwa selama ini ia membawa Wyrdkey dan tentang Aelin yang menipu Lorcan.

She was not a rebel princess, shattering enemy castles and killing kings. She was a force of nature. She was a calamity and a commander of immortal warriors of legend.

Dalam perjalanan Aelin dan the gangs ke Stone Marshes untuk mencari Lock, ada Wyfern yang mengarah ke kapal mereka. Wyfern tersebut ternyata adalah Abraxos, ia membawa Manon yang terluka. Setelah Manon sadar, Manon bercerita tentang peristiwa ia menolong Dorian dan lalu kabur dari klan penyihirnya yang lama. Manon juga berkata ke Aelin bahwa Elide Lochan masih hidup dan dalam perjalanan untuk bertemu dengan Aelin.

My life as a warrior was chosen long before that battlefield.

Elide Lochan tahu bahwa dirinya diikuti oleh seseorang. Saat Elide diserang oleh mahluk yang disebut sebagai Ilken, seseorang itu muncul dan menolongnya. Pria tersebut bernama Lorcan. Lorcan berjanji untuk mengantarnya ke Terrasen, namun Elide harus menceritakan apapun mengenai Morath. Agar perjalanan ke Terrasen aman, mereka menyamar sebagai pemain sirkus dan ikut dalam rombongan sirkus tersebut. Sehingga mereka bisa aman melewati penjaga yang curiga tentang Elide.

Love had broken a perfect killing tool.

Seiring perjalanan Elide dan Lorcan yang terus bersama, sedikit demi sedikit terungkap rahasia di antara mereka. Lorcan bercerita bahwa Celaena Sardothien yang selama ini dicari oleh Elide adalah Aelin Galathynius. Lalu mengikut rumor yang beredar, mereka menuju ke Stone Marshes untuk bertemu dengan Aelin. Stone Marshes adalah bekas peradaban yang runtuh karena bencana dan menjadi kawasan rawa. Banyak reruntuhan dan mahluk aneh yang bersembunyi disana. Lalu mereka dikagetkan akan kehadiran tentara Ilken yang sangat banyak di tempat tersebut.

I would have fought for the rest of my life to find a way to return to you again. I knew it the moment you emerged from the Valg’s darkness and smiled at me through your flames.

Aelin dan the gangs beserta Manon berada di Stone Marshes. Saat Ilken sebanyak lima ribu datang menghampiri mereka, Aelin menggunakan kekuatan Wyrdkeynya kembali dan memusnahkan mereka semua dalam sekejap. Mereka juga mengetahui bahwa Lorcan berada di suatu tempat di Stone Marshes. Terima kasih untuk sinyal bahaya tentang Ilken yang diberikan oleh Lorcan. Saat Gavriel dan Fenyrs menyerang Lorcan, Elide terluka karena melindungi Lorcan. Gavriel dan Lorcan diancam untuk menunda misi mereka karena Lorcan dan Elide sementara dalam perlindungan Aelin.

This war would not be won on smiles and manners.

Setelah keluar dari Stone Marshes dengan membawa Lock yang ternyata berwujud cermin, Aelin bertemu dengan Ansel dari Briarcliff, seorang assassin dan Ratu Wastes. Ansel adalah teman lama Aelin yang berutang nyawa pada Aelin. Mereka mengira bahwa keadaan mulai membaik karena ada sekutu dengan banyak tentara yang kuat bergabung. Tapi keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Maeve dengan armadanya yang banyak dan tentara Fae yang sudah terlatih, mengepung kapal Aelin. Sedangkan tenaga Aelin sudah habis dan tidak mungkin menang melawan Maeve. Aelin diberi waktu hingga pagi untuk memilih antara menyerah atau berperang. Dorian yang memecahkan misteri cermin Lock, datang menemui Aelin dan Manon. Dorian berkata bahwa kekuatan cermin tersebut adalah pengetahuan dan digunakan untuk pergi ke suatu tempat. Hanya dapat dimasuki oleh Aelin dan Manon. Hanya saja ketika mereka masuk ke cermin tersebut, Aelin dan Manon ditunjukkan pada suatu penglihatan yang mengubah banyak hal. Mengubah nasib hidup Aelin.

They could burn the entire world to ashes with it. He was hers and she was his, and they had found each other across centuries of bloodshed and loss, across oceans and kingdoms and war.

Informasi saja, gue nangis ketika Elena menceritakan “sesuatu” pada Aelin, tentang nasib sebenarnya yang harus ditanggungnya. Perjuangan Aelin selama ini ternyata akan tetap berakhir tidak baik bagi Aelin. Spoiler lagi, Aelin sebenarnya sudah mati 10 tahun yang lalu, ketika Terrasen diserang. Tapi Elena membuat Aelin hidup sehingga Aelin bisa menikmati hidup dan bertemu dengan orang yang dicintainya. Lalu sekali lagi, gue nangis. Karena membayangkan nasib sedih antara Aelin dan Rowan. This series will always haunting me after its over T_T

Please don’t start doing it now. Yes, sometimes you piss me the hell off with that Fae territorial nonsense, but … I heard your voice. It woke me up. It led me out of that … place.

Dugaan gue bahwa Manon akan menjadi tokoh yang berperan besar di cerita ternyata benar. Manon adalah keturunan Crochan. Diceritakan bahwa Ratu Crochan dulu membantu dalam pembuatan Lock. Aelin juga meminta Manon untuk mencari Crochan tersisa dan membantunya dalam perang di Morath nanti. Lalu tokoh selanjutnya yang ingin gue ceritakan panjang lebar adalah Elide Lochan! Yastaga tokoh ini cerdik banget. Karena kemampuannya adalah “mengamati”, ia bisa meniru kelakuan seseorang atau sebut saja dengan berakting. Untuk mengelabui kelompok sirkus yang ia masuki, Elide berakting sebagai istri dari Lorcan. Interaksi antara Elide dan Lorcan bikin gue senyam senyum. Tapi kesukaan gue pada Lorcan tidak berlanjut lama. Karena gue jadi benci sama tokoh ini di ending cerita. Sebut saja, Lorcan menjadi penghianat dalam kelompok Aelin. Ugh

I love you. There is no limit to what I can give to you, no time I need. Even when this world is a forgotten whisper of dust between the stars, I will love you.

Chapter 38 itu sakral. Gue menunggu dari buku ketiga hingga keinginan gue terkabulkan. Aelin dan Rowan. Fireheart dan Buzzard. Karena dari awal gue membaca series ini dengan audiobook, chapter 38 menjadi semakin sakral. Setidaknya 3 kali gue mengulang mendengarkan chapter itu hahaha. Ada pasangan baru yang terlihat di buku 5 ini, Manon – Dorian dan Lysandra – Aedion. Gue senang karena tiap tokoh penting di kisah ini mendapatkan pasangan. Lalu ada 1 lagi yang bikin gue kaget banget. Salah satu tokoh utama di atas ternyata bisexual. HAHA

Even if we have threats of war every other day, even if we have to host fussy emissaries, even if we have to visit god-awful kingdoms and play nice, I’ll be happy to do it, if you’re at my side.

Gue sedikit galau antara mau membaca Tower of Dawn atau tidak. Karena buku Throne of Glass ke enam tersebut isinya mengenai Chaol yang ke daerah selatan. Intinya pasti nanti ketika Chaol kembali, doi membawa bantuan untuk menyerang musuh. Jadinya gue cuma membaca sekilas dan mengambil garis besarnya.

Fight her. I am coming for you. Even if it takes me a thousand years. I will find you, I will find you, I will find you.

Kabarnya buku final Throne of Glass rilis di bulan May 2018. Mari tunggu saja dan berdoa semoga Aelin dan Rowan bisa berbahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s