Review Buku #33 – A Court of Mist and Fury ‘A Court of Thorns and Roses 2’ (2016)

a_court_of_mist_and_fury

I was the butcher of innocents, and the savior of a land.

Tiga bulan berlalu setelah kejadian di Under the Mountain. Feyre yang mati dan dihidupkan kembali oleh 7 High Lord berubah menjadi Fae. Namun kehidupan Feyre semakin sulit karena selain ia harus mengontrol kekuatan di tubuh immortalnya, Feyre dalam tekanan akan trauma yang terus menghantuinya.

Feyre dan Tamlin akan segera menikah. Banyak persiapan dan tradisi yang harus dijalani oleh Feyre. Spring Court juga sedang dalam pemulihan. Saat di Under the Mountain, Tamlin melihat betapa mengenaskan Feyre diperlakukan dan bahkan mati di depan matanya. Karena itu Tamlin sekarang menjadi terlalu over protective pada Feyre. Feyre tidak tahan harus di dalam rumah dan ke halaman saja selalu ada penjaga yang mengikutinya. Bukan cuma Tamlin yang mengalami trauma, Feyre juga selalu mimpi buruk setiap malam. Ia bahkan tidak tahan melihat warna merah lagi sejak ia terpaksa membunuh Fae yang tidak bersalah. Feyre juga tidak bisa melukis. Ketika hari pernikahan tiba, frustasi Feyre semakin besar dan ia ragu merasa ragu. Trauma Feyre mendadak muncul dan ia berteriak dalam hati untuk siapapun menolongnya. Tiba – tiba Rhysand datang dan membawa pergi Feyre.

Be glad of your human heart, Feyre. Pity those who don’t feel anything at all.

Ketika di Under the Mountain, Feyre dan Rhysand membuat kesepakatan. Rhysand menyembuhkan Feyre dan Feyre harus ikut Rhysand selama seminggu penuh di tiap bulan pertama. Tiga bulan tidak ada kabar dari Rhysand, tapi mendadak ia muncul di hari pernikahannya dan menagih janji. Tato perjanjian yang dibuat di tangan kiri Feyre ternyata juga memunculkan ikatan dengan Rhysand. Ketika emosi Feyre memuncak, Rhysand bisa mendengar isi pikiran Feyre. Sehingga Rhysand selama ini tahu tentang kondisi mental Feyre dan mendengar Feyre meminta tolong saat hari pernikahan. Rhysand memperlakukan Feyre sebagai tamu di Night Court. Lalu untuk mengisi hari Feyre di Night Court, Rhysand mengajar Feyre membaca dan cara untuk menutup isi pikirannya sehingga tidak mudah diintip oleh orang luar. Ketika di Night Court, Feyre juga bertemu dengan satu – satunya keluarga Rhysand bernama Morrigan.

I wished I felt nothing. I wished my human heart had been changed with the rest of me, made into immortal marble. Instead of the shredded bit of blackness that it now was, leaking its ichor into me.

Ada alasan lain Rhysand membawa pergi Feyre ke Night Court. Rhysand memberi tahu bahwa akan ada perang di Prythian. Raja Hybern ingin melebarkan kawasan wilayahnya termasuk merebut kawasan tempat manusia tinggal. Rhysand ingin Feyre mempengaruhi Tamlin untuk membantunya. Feyre dihidupkan oleh 7 High Lord dan secara otomatis kekuatan masing – masing High Lord ada pada dirinya. Rhysand ingin Feyre menguasai kekuatan tersebut dan digunakan untuk menolongnya dalam perang mendatang.

You can master whatever powers we gave to you, and make it count. You can play a role in this war. Because war is coming one way or another, and do not try to delude yourself that any of the Fae will give a shit about your family across the wall when our whole territory is likely to become a charnel house. You want to save the mortal realm? Then become someone Prythian listens to. Become vital. Become a weapon. Because there might be a day, Feyre, when only you stand between the King of Hybern and your human family. And you do not want to be unprepared.

Setelah Feyre kembali ke Spring Court, ia melihat bahwa Tamlin lebih peduli tentang apa saja yang ada di Night Court. Feyre merasa dijadikan sebagai mata – mata. Ada hari khusus yang disebut Tithe, dimana rakyat Spring Court membayar pajak dan sebagai gantinya High Lord akan melindungi rakyat Spring Court. Feyre bertengkar dengan Tamlin karena tidak mempedulikan rakyatnya yang tidak sanggup membayar. Mereka semakin bertengkar ketika Feyre jujur bahwa ia tidak sanggup selalu dilindungi berlebihan. Tamlin marah dan kekuatannya keluar mendadak hingga hampir mencelakai Feyre. Ketika Tamlin mengurungnya di dalam rumah, frustasi Feyre semakin membludak dan kekuatannya keluar tak terkendali. Morrigan datang dan membawa Feyre ke Night Court. Di saat Feyre memutuskan untuk ikut Rhysand, di saat itu ia tidak boleh lagi kembali ke Spring Court. Karena dengan ikut Rhysand berarti Feyre akan tahu rahasia Rhysand kemanapun mereka pergi.

I love my people, and my family. Do not think I wouldn’t become a monster to keep them protected.

Feyre dibawa pergi ke Velaris, kota Starlight. Velaris adalah kampung halaman dan rahasia terbesar yang dijaga Rhysand. Velaris tidak pernah diketahui oleh dunia luar selama lima ribu tahun. Jauh dari konflik dan masalah apapun. Sebuah kota yang sangat indah dan damai. Semenjak ia memutuskan untuk ikut Rhysand, Feyre melihat sisi yang sangat berbeda dari Rhysand. Selama ini Rhysand dikenal dengan sifatnya yang jahat dan kejam, tapi itu hanya topeng yang digunakannya untuk melindungi Velaris. Bahkan Rhysand rela menjadi “pelacur” yang menghangatkan tempat tidur Amarantha selama 50 tahun agar Amarantha tidak mengetahui tentang Velaris. Feyre juga bertemu dengan Inner Court-nya Rhysand. Orang – orang yang sudah dianggap keluarga oleh Rhysand selama ini. Cassian dan Azriel dari suku Illyrians dan Amren dengan kekuatan luar biasa yang berumur lebih dari lima ribu tahun. Feyre memutuskan untuk bergabung dengan lingkaran “keluarga” Rhysand.

That girl who had needed to be protected, who had craved stability and comfort … she had died Under the Mountain. I had died, and there had been no one to protect me from those horrors before my neck snapped. So I had done it myself. And I would not, could not, yield that part of me that had awoken and transformed Under the Mountain.

Raja Hybern ingin membangkitkan Jurian, seorang ksatria yang telah mati saat perang ribuan tahun yang lalu. Rhysand dan kelompoknya dalam proses untuk mencegah hal tersebut. Banyak yang terjadi setelah Feyre bergabung dengan Rhysand. Feyre menemui Bone Carver untuk mengetahui cara Hybern untuk membangkitkan Jurian. Diketahui bahwa ada benda kuno bernama Cauldron yang membuat dunia terbentuk. Cauldron tidak dapat dihancurkan. Selain bisa membangkitkan orang mati, Cauldron juga bisa meruntuhkan tembok yang memisahkan negeri manusia dengan negeri Fae. Ada benda yang disebut sebagai The Book of Breathings yang bisa meniadakan kekuatan Cauldron. Tapi setelah perang besar ribuan tahun lalu, benda tersebut terbagi menjadi dua dan digunakan sebagai simbol Treaty antara manusia dengan Fae.

I was not a pet, not a doll, not an animal. I was a survivor, and I was strong.
I would not be weak, or helpless again. I would not, could not be broken. Tamed.

Dua bagian dari The Book of Breathings dijaga di kerajaan manusia dan Summer Court. Kekuatan Feyre bisa merasakan dan menemukan benda yang mengeluarkan aura sihir. Feyre pun mempunyai peran penting dalam mendapatkan The Book of Breathings. Rhysand mengajukan permintaan untuk menemui ratu dari kerajaan manusia dan High Lord dari Summer Court. Sambil menunggu konfirmasi dari dua pihak tersebut, Feyre berlatih mengontrol kekuatannya dan menggunakannya untuk melawan musuh. Selain semakin dekat dengan Inner Court Rhysand, Feyre merasa trauma yang ia alami menjadi ringan semenjak mengenal Rhysand. Feyre juga menganggap Velaris sebagai rumahnya dan bertekad untuk melindunginya dari Hybern.

“What do the tattooed stars and mountain on your knees mean?” 
“That I will bow before no one and nothing but my crown.”

Setelah mencuri satu bagian dari The Book of Breathings di Summer Court, Summer Court menyatakan bahwa Rhysand dan Feyre adalah buronan. Feyre kembali ke rumahnya yang lama dan bertemu dengan saudara perempuannya, Nesta dan Elain. Feyre menceritakan yang terjadi saat ia di Prythian dan tentang dirinya yang dihidupkan kembali menjadi Fae. Pertemuan dengan ratu kerajaan manusia diadakan di rumah lama Feyre. Saat bertemu dengan ratu tersebut, mereka tidak mau memberikan The Book of Breathings. Mereka meminta bukti yang menunjukkan bahwa Rhysand adalah orang baik tidak seperti rumor beredar selama ini. Rhysand pun mengambil keputusan berat dan memutuskan untuk menunjukan Velaris.

I have two kinds of nightmares: the ones where I’m again Amarantha’s whore or my friends are … And the ones where I hear your neck snap and see the light leave your eyes.

Di di sisi lain, Feyre mendengar bahwa Spring Court dalam kondisi aneh. Lalu keinginan Feyre untuk melindungi Velaris semakin kuat apalagi di saat Velaris diserang Hybern. Feyre akan melakukan apapun untuk melindungi Velaris walaupun dianggap sebagai penghianat yang pergi ke Night Court dan menjadi pelacur Rhysand. Demi sahabat, keluarga dan rumahnya. Beban Feyre semakin bertambah saat mengetahui bahwa Rhysand adalah Mate yang ditakdirkan untuk dirinya. Lalu di saat Feyre dan kelompoknya pergi langsung ke Hybern untuk menggunakan The Book of Breathings pada Cauldron, mereka tidak sadar bahwa sedang dijebak. Peristiwa yang memisahkan Feyre dengan orang tercintanya menunggu dirinya disana.

“So I’m your huntress and thief?”
“You are my salvation, Feyre.”

Kalau buku pertamanya didominasi dengan cerita seperti “Beauty and The Beast” dimana si cewek berusaha untuk menghancurkan kutukan, di buku kedua dari series ACOTAR ini lebih mendalam ke perjuangan untuk melawan musuh sebenarnya dari Prythian. Sekali lagi ceritanya berubah drastis. Tapi gue senang sih karena berarti banyak Rhysand dimana – mana. Dari awal kisah series ini, semua diceritakan dari sisi pandang Feyre. Gue bisa memahami bagaimana jatuhnya Feyre melawan trauma dan mimpi buruknya lalu bangkit kembali menjadi seseorang yang memutuskan untuk melindungi hal yang diyakininya. World buildingnya juga membuat gue terpana. Gue merinding di saat penjelasan tentang pemandangan Velaris, terutama di saat acara Starfall.

“To the people who look at the stars and wish, Rhys.”
“To the stars who listen—and the dreams that are answered.”

Rhysand. Rhysand. RHYSAND. Seorang High Lord terkuat sepanjang sejarah Prythian ternyata adalah Mate-nya Feyre. Biar gue jelaskan sedikit maksud Mate dari cerita yang dibuat oleh Sarah J. Maas ini. Ketika seorang menemukan Mate-nya, maka orang tersebut akan melakukan apapun untuk melindungi Mate-nya. Hubungan yang lebih dalam daripada hubungan sahabat, keluarga ataupun pernikahan. Ada kondisi khusus jika Fae pria menemukan Mate-nya. Keinginan untuk menguasai si wanita akan sangat besar dan rasa cemburu yang berlebihan. Terutama di minggu pertama hubungan Mate diterima. Rhysand bilang ke Feyre bahwa tingkat kesabarannya itu tinggi jadi keinginan untuk menguasai Feyre tidak akan parah. Tetapi saat Cassian sedikit menggoda Feyre, Rhysand langsung ngajak berantem hahaha

My friend through many dangers. My lover who had healed my broken and weary soul. My mate who had waited for me against all hope, despite all odds.

Chapter 54 berhasil bikin gue terharu. Di chapter itu Rhysand mengutarakan SEMUAnya yang selama ini ingin diceritakan ke Feyre. Singkatnya saja, Ryhsand sering bermimpi tentang wanita yang suka melukis dan berburu di hutan. Namun saat itu ia belum tahu siapa wanita itu. Suatu hari ia bermimpi dan melihat pemandangan Spring Court. Rhysand sadar bahwa wanita itu ada di Spring Court. Ketika Rhysand melihat Feyre di Spring Court, ia langsung tahu bahwa Feyre itu wanita yang selama ini ada dalam mimpinya. Lalu Rhysand sadar bahwa Feyre itu Mate-nya saat dirinya menyerang Amarantha untuk menyelamatkan Feyre. Saat dirinya melihat Feyre yang sudah berubah menjadi Fae, keyakinan itu semakin kuat. Tapi Rhysand tidak memberi tahu Feyre. Bahkan saat Feyre memutuskan untuk bergabung dengan Night Court. Ia tidak mau Feyre terpaksa menyukainya karena hubungan Mate. Tidak di saat Feyre masih memikirkan Tamlin.

And then—then I learned your name. Hearing you say it … it was like an answer to a question I’d been asking for five hundred years. I decided, then and there, that I was going to fight. And I would fight dirty, and kill and torture and manipulate, but I was going to fight.

Kalau gue menceritakan pengorbanan Rhysand secara lengkap dan isi pikiran gue tentang Rhysand, bisa – bisa isi post ini setengahnya tentang Rhysand. Gue merinding teringat kalimat pertama yang diucapkan Rhysand ketika menemukan Feyre di Spring Court : “There you are. I’ve been looking for you. Thank you for finding her for me.” ASTAGA. Ah intinya chapter 55 itu “berbahaya” dan sayap Rhysand itu “istimewa”.

He thinks he’ll be remembered as the villain in the story. But I forgot to tell him, that the villain is usually the person who locks up the maiden and throws away the key. He was the one who let me out.

Tamlin jadi gila dan gue senang karena bisa resmi membenci doi. Dari buku pertama gue emang tidak pernah srek ke tokoh ini. Dugaan gue tentang peran saudara perempuan Feyre juga jadi nyata. Elain ternyata Mate-nya Lucian. Gue juga mencium hubungan antara Nesta dan Cassian. Oh dan jangan lupa hubungan “hampir” cinta segitiga antara Amren, Azriel dan Cassian. Lalu ada satu hal yang paling aneh kalau dipikirkan. Ayahnya Feyre ngapain sih? Diceritakan bahhwa ayahnya pergi karena urusan bisnis. Terus menerus pula.

Not consort, not wife. Feyre is High Lady of the Night Court. My equal in every way; she would wear my crown, sit on a throne beside mine. Never sidelined, never designated to breeding and parties and child-rearing. My queen.

Karena Tamlin begitu buta untuk mendapatkan kembali Feyre, Tamlin tidak tahu tentang hubungan Mate antara Feyre dan Rhysand. Feyre berpura – pura bahwa selama ini pikirannya dikendalikan Rhysand. Feyre dibiarkan masuk ke Spring Court lagi dan berada di sisi Tamlin. Feyre bertekad akan mempengaruhi Tamlin agar tunduk di bawahnya dan balas dendam ke Hybern. Sedangkan Rhysand berencana untuk berperang dan merebut kembali High Lady Night Court-nya, Feyre. Kelanjutannya kisahnya ada di ACOTAR 3 =)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s