Review Buku #34 – A Court of Wings and Ruin ‘A Court of Thorns and Roses 3’ (2017)

a_court_of_wings_and_ruin

My name is Feyre Archeron. I was once human—and now I am Fae. I call both worlds my home.

Sebelumnya gue mau memperingatkan kalau post series ACOTAR ini bakal panjang sekali. Memperingati berakhirnya kisah Feyre dan Rhysand. Memperingati gue bakal kangen cerita tentang mereka.

Feyre kembali ke Spring Court dan bersikap menjadi dirinya sebelum kejadian di Under the Mountain. Feyre membenci Tamlin yang membuat perjanjian dengan Raja Hybern untuk membawa pulang dirinya ke Spring Court. Sebagai gantinya, Tamlin membiarkan Hybern untuk mendirikan markas di Spring Court. Namun Feyre berbohong dan membuat Tamlin percaya bahwa ia masih mencintainya dan seisi Spring Court. Sehingga Tamlin tidak akan menyadari rencana yang Feyre sedang persiapkan. Mencuri informasi tentang Hybern dan Cauldron lalu memberikannya pada Rhysand. Selain itu Feyre juga ingin balas dendam pada Ianthe karena memberikan Nesta dan Elain ke Raja Hybern.

My goal was bigger than revenge. My purpose greater than personal retribution.

Jurian datang ke Spring Court sebagai utusan dari Hybern. Jurian juga membawa keponakan Raja Hybern yang bernama Pangeran Dagdan dan Putri Brannagh. Feyre menemani utusan Hybern tersebut untuk mempelajari The Wall yang memisahkan dunia Fae dan manusia. Tapi Feyre tahu bahwa keponakan Raja Hybern adalah Daemati, seseorang yang bisa membaca dan mengontrol pikiran. Feyre pun berusaha menjaga pikirannya agar tidak dimasuki mereka agar rahasianya tidak terbongkar. Saat semua rencana Feyre sudah berhasil, ia berencana untuk segera pergi dari Spring Court. Namun ternyata Dagdan dan Brannagh mengetahui bahwa ada yang mencurigakan dari Feyre. Mereka diam – diam memberikan Faebane pada Feyre sehingga kekuatan Feyre terkuras banyak. Ketika Feyre diserang oleh saudara kembar itu, Lucien membantunya dan mereka bersama pergi dari Spring Court.

War would linger with me long after it had ended, some invisible scar that would perhaps fade, but never wholly vanish. But for my home, for Prythian and the human territory and so many others …
I would clean my blades, and wash the blood from my skin. And I would do it again and again and again.

Karena kekuatan Feyre habis, ia tidak bisa teleportasi langsung ke Velaris. Bahkan menghubungi Rhysand lewat pikiran saja susah. Akhirnya Feyre dan Lucien mengambil cara manual menuju Night Court sambil menunggu kekuatan sihir Feyre kembali. Untuk menuju Night Court mereka harus melewati Autumn Court, kampung halamannya Lucien. Di tengah perjalanan, saudara Lucien yang bernama Eris mempergoki mereka. Feyre dan Lucien kabur hingga menuju perbatasan Winter Court. Feyre terus berusaha menghubungi Rhysand tapi tidak ada kabar. Ketika mereka hampir tertangkap, Cassian dan Azriel datang dan menolong mereka. Namun Feyre tidak bisa membiarkan Cassian membunuh Eris dan merusak hubungan dengan Autumn Court, apalagi saat perang melawan Hybern nanti pasti Rhysand membutuhkan banyak sekutu. Akhirnya untuk pertama kalinya, Feyre menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah seorang High Lady dan menggunakan kekuasaannya untuk menyuruh Cassian mengikuti permintaannya.

For his friend, for my lover—and for that bastard Drakon’s sake. Rhys sacrificed his legion in the process, got all of them captured and tortured afterward. Yet everyone insists Rhysand is soulless, wicked. But the male I knew was the most decent of them all. Better than that prick-prince. You don’t lose that quality, no matter the centuries.

Sekembalinya ke Velaris, Feyre dan Rhysand beserta courtnya tidak bisa santai begitu saja. Banyak yang harus dilakukan untuk bersiap melawan Hybern nantinya. Rhysand mengirim undangan pertemuan pada seluruh High Lord tiap court di Prythian untuk mengajak mereka bekerja sama melawan Hybern. Tapi berdasarkan informasi jumlah pasukan Hybern yang didapatkan Feyre, mereka tetap kalah jumlah. Rhysand pun mengajak pasukan Darkbringer yang dipimpin oleh ayahnya Mor, walaupun syaratnya adalah Darkbringer diperbolehkan datang ke Velaris dan tentu dengan beberapa peraturan. Sejak Velaris diserang oleh Hybern, Rhysand tidak bisa menyembunyikan Velaris lagi di hadapan court lain. Feyre juga meminta bantuan salah satu ancient God yang disebut The Carver tapi sebagai gantinya Feyre harus membawakan kaca Ouroboros padanya.

I need you. As an option. In my future.

Ketika Elain dan Nesta dirubah menjadi Fae secara paksa dengan Cauldron, mereka mendapatkan kekuatan juga dari Cauldron. Nesta bisa merasakan keberadaan Cauldron dan menggunakan serpihan kekuatan Cauldron jika dilatih dengan benar. Elain mempunyai kekuatan peramal dan melihat masa depan. Elain tahu ketika akan terjadi serangan di perpustakaan Velaris. Saat itu Feyre dan Nesta sedang berada disana. Penyusup dari Hybern datang dan menyerang mereka. Feyre menyuruh Nesta untuk kabur mencari pertolongan sedangkan Feyre menuju daerah terlarang di lantai terbawah perpustakaan. Feyre pernah mendengar cerita tentang Cassian yang ketakutan dan tidak mau ke tempat itu lagi. Feyre bertemu dengan Bryaxis dan membuat perjanjian dengannya. Feyre meminta Bryaxis untuk menyelamatkannya dari Hybern dan sebagai gantinya Feyre harus membawa seseorang untuk tinggal bersama Bryaxis di dasar perpustakaan.

We will walk onto that field and only accept Death when it comes to haul us away to the Otherworld. We will fight for life, for survival, for our futures. But if it is decided by that tapestry of Fate or the Cauldron or the Mother that we do not walk off that field today … The great joy and honor of my life has been to know you. To call you my family. And I am grateful—more than I can possibly say—that I was given this time with you all.”

Elain juga memberi tahu tentang adanya ratu ke enam di dunia manusia yang dikutuk. Ratu tersebut bernama Vassa. Vassa dikutuk dimana ketika siang ia menjadi firebird dan malam menjadi manusia kembali. Lucien mengajukan diri untuk menemukan Vassa dan mengajaknya menjadi sekutu melawan Hybern. Rhysand juga mengirim Azriel ke Cretia untuk mencari Miryam dan Drakon. Mereka adalah sahabat seperjuangan Rhysand ketika The War ratusan tahun lalu sebelum The Wall berdiri. Namun di Cretia hanya hanya tersisa reruntuhan dan tidak ada jejak keberadaan Miryam dan Drakon.

I’m a warrior. I’ve walked beside Death my entire life.

Lalu pertemuan dengan para High Lord di pun tiba. Semua High Lord datang, bahkan Tamlin pun juga hadir. Tamlin ternyata selama ini tidak berpihak pada Hybern dan membiarkan Hybern masuk wilayahnya untuk menggali informasi tentang tentara Hybern. Sempat ada ribut dan adu mulut ketika pertemuan berlangsung. Tapi pada akhirnya mereka setuju untuk bekerja sama, kecuali Autumn Court. Namun rencana untuk melindungi The Wall terlambat dilaksanakan karena The Wall sudah roboh saat hari kedua pertemuan. Semua court langsung kembali untuk menyiapkan bala tentaranya masing – masing, begitu pula dengan Rhysand dan Feyre. Perang sudah di depan mata. Bersiap dengan segala kemungkinan buruk yang ada. Bahkan jika itu berarti Rhysand dan Feyre serta courtnya tidak bisa melihat Velaris lagi.

I wouldn’t run. If it all went to hell, I would make it count and use my own last breath to get that army and king wiped off the earth.

SERIES MASTERPIECE INI TAMAT. Umm tepatnya sih cerita dimana Feyre dan Rhysand jadi tokoh utama sudah berakhir. Di akhir halaman ACOTAR 3 ada pengumuman bahwa cerita ACOTAR akan berlanjut tahun depan. Authornya sendiri tidak bilang tentang adanya kelanjutan cerita Feyre – Rhysand, tapi cuma bilang “kisah dari dunia Prythian”. Jadi bisa saja tahun depan SJM bakal mengeluarkan novella atau full book dengan tokoh lain sebagai sorotan. Dan kalau disuruh milih dari semua tokoh di ACOTAR yang gue inginkan ada cerita lanjutannya… gue tidak bisa memilih. Asal kalian tahu saja. Dari ACOTAR pertama sampai terakhir ini, total halamannya di atas rata – rata buku sekarang. Jadi character developmentnya juga mendalam. Gue sampai bisa ikutan marah, tertawa, senyam senyum, tegang sendiri dan bahkan nangis ketika membaca ACOTAR. Ditambah lagi karena gue pake audiobook, jadi feelingnya makin masuk ke hati. Sekarang gue mau keluarin unek – unek yang tertahan agar bisa move on dan tenang baca buku lainnya.

And if I had not met my mate, I would have waited five hundred more years for you. A thousand years. And if this was all the time we were allowed to have … The wait was worth it. I believe that everything happened, exactly the way it had to … so I could find you.

Gue nangis 6 kali di sepanjang cerita saat perang terakhir melawan Hybern. Misalnya saat bala tentara Rhysand dan sekutunya sudah tidak ada harapan sedangkan bala tentara Hybern lainnya muncul di laut. Mereka terkepung. Kalau mau tetap hidup mereka harus kabur. Tapi Rhysand menyuruh Cassian dan Azriel berpencar dan melawan musuh yang tersisa yang artinya bunuh diri. Misalnya yang lain adalah saat Nesta dan Cassian menjadi umpan untuk menyeret Raja Hybern agar jauh dari Cauldron, sedangkan itu artinya juga bunuh diri. Terutama saat Cassian sekarat dan bilang “I have no regrets in my life, but this. That we did not have time. That I did not have time with you, Nesta. I will find you again in the next world—the next life. And we will have that time. I promise.” pada Nesta. Atau yang paling bikin gue nangis berat, sampai nyokap gue masuk ke kamar bertanya kenapa, adalah saat detak jantung Rhysand berhenti.

Rhys turned to me. “If you can get across that battlefield in time, then do it. Try to stop the army. The king. But if you can’t, when it all goes to hell … When there are none of us left … “
“Don’t,” I begged him. “Don’t say it.”
“I want you to run. I don’t care what it costs. You run. Get far away, and live to fight another day. You don’t look back.”
I began to shake my head. “You said no good-byes.”

Gue awalnya benci dengan Tamlin. Orang tua Tamlin dibunuh oleh ayahnya Rhysand di depan matanya sendiri. Tamlin menyaksikan Feyre menderita karena Amarantha di Under The Mountain di depan matanya sendiri juga. Bahkan saat itu Tamlin tidak bisa berbuat apapun. Karena kejadian itu, Tamlin seperti punya rasa parno berlebihan dan ketakutan jika kehilangan orang yang dicintai. Karena itu Tamlin sangat mengekang Feyre. Ketika Feyre kabur dari Spring Court, Tamlin kehilangan akal dan memutuskan melakukan perjanjian dengan Hybern. Apapun demi mendapatkan kembali Feyre. Lalu ketika Feyre menipunya, gue yakin hati Tamlin hancur. Karena perbuatan Feyre, tidak ada lagi di Spring Court yang menghormati Tamlin dan banyak sekali prajurit yang pergi dari Spring Court. Ditambah lagi Lucien juga ikut Feyre. Ketika Tamlin datang ke pertemuan antar High Lord, Tamlin jelas marah ke Rhysand. Gue sampai merinding saat adegan Tamlin adu mulut dengan Rhysand. Tapi di balik mata Tamlin yang penuh kebencian, terlihat masih rasa cinta pada Feyre. Lalu saat Feyre hampir ditangkap di markas Hybern, Tamlin maju melawan binatang buasnya Hybern dan membiarkan Feyre kabur. Dan pada akhirnya, setelah semua rangkaian kejadian yang menyakitkan hatinya, Tamlin bisa bilang “Be happy, Feyre.” dan tidak pernah melihat Feyre lagi. Gue sekarang ingin lihat cerita dimana Tamlin sembuh dari traumanya dan bisa berbahagia. (1)

So we’ll train, Feyre, until the last possible day. Because we never know if just one extra hour will make the difference.

Mor ternyata lesbian. Selama ini ia menyembunyikannya dari keluarganya. Ada masa lalu yang buruk antara Mor dengan keluarganya (Gue malas cerita lengkapnya disini). Intinya setelah masalah itu, Mor tidak pernah berhubungan lagi dengan keluarganya, terutama ayahnya. Saat Rhysand membuat janji dengan Darkbringer, Mor sempat marah besar karena tidak mau Velaris yang sudah ia anggap sebagai rumahnya, disentuh oleh keluarganya. Ketika Mor masih muda, ia selau diatur oleh keluarganya dan ada rencana untuk dinikahkan dengan Eris. Agar bisa bebas dari keluarganya, Mor sengaja melepaskan keperawanannya dengan Cassian. Mor pun dibuang dan dianggap kotor karena berhubungan dengan pria Illyrian.
Walaupun Mor menyukai perempuan, Mor tetap berhubungan dengan pria lain. Bukan untuk kesenangan sendiri, tapi untuk memperlihatkan ke Azriel bahwa perasaan Azriel selama ini tidak ada gunanya. Mor tidak tahan melihat mata Azriel yang selalu melihatnya dengan penuh sayang tapi Mor juga tidak mungkin cerita kalau ia seorang lesbian. Gue prihatin dengan hubungan Azriel dan Mor yang begitu terus selama 500 tahun. Azriel itu tokoh favourite gue setelah Rhysand. Sikap kalem dan tidak banyak bicara namun sebenarnya sayang dengan orang dekatnya. Azriel bisa bercanda loh dan sekalinya ia menunjukkan sisi humorisnya, gue langsung jatuh hati. Gue sebenarnya lumayan suka hubungan Azriel dengan Elain. Mereka sama – sama tenang dan menanggapi suatu masalah dengan dewasa. Tapi karena Elain adalah Mate-nya Lucien, jadi kemungkinan dengan Azriel tidak ada sih. Ah semoga nanti Azriel bisa berbahagia. (2)

I do not let you do anything. You are your own person, you make your own choices. But we are mates—I am yours, and you are mine. We do not let each other do things, as if we dictate the movements of each other. But … I might have insisted I go with you. More for my own mental well-being, just to know you were safe.

Jangan lupakan hubungan Nesta dan Cassian. Mereka memang tidak mengakui kalau sebenarnya mereka saling tertarik. Tapi dari cara Cassian yang melihat Nesta dengan perhatian ekstra, gue yakin sebenarnya mereka itu ada hubungan Mate. Tapi karena Nesta sifatnya keras kepala dan Cassian sifatnya tidak pernah serius, jadilah setiap ketemu mereka cuma adu mulut. Di perang terakhir melawan Hybern, saat mereka hampir mati, mereka jadi lebih jujur dan menunjukkan adanya perasaan saling suka. Tapi setelah perang berakhir, hubungan mereka kembali dingin. What the hell? Sebaiknya SJM segera cerita kelanjutan hubungan mereka biar tidak gantung terus menerus. Gue ingin melihat bagaimana Cassian bisa sesekali serius dan romantis. Semoga mereka bisa berbahagia. (3)

“Why not shield your hands?”
“I wanted to feel it—their lives ending beneath my fingers.”

Gue sempat tidak menduga kalau Amren bakal pacaran sama Varian, pangeran dari Summer Court. Amren itu umurnya lebih dari 5000 tahun loh dan aslinya dia bukan dari dunia ACOTAR. Ia tidak bisa mengkonsumsi apapun selain darah. Setelah perang terakhir, Amren menjadi Fae normal. Bisa makan layaknya mahluk normal. Lalu Tarquin, High Lord Summer Court dan High Lord termuda dari semua court. Karena masih muda, pengalamannya sebagai High Lord masih minim. Sifatnya terlihat masih polos tapi berusaha untuk tidak menunjukkannya karena posisinya sebagai High Lord, membuat gue sempat gemas.

But this is war. We don’t have the luxury of good ideas—only picking between the bad ones.

Kisah cinta segitiga Jurian – Miryam – Drakon itu paling bikin gue mati penasaran detailnya. Di Acotar hanya diceritakan seperlunya saja. Jadi Jurian itu awalnya pacaran sama Miryam. Tapi karena ada perang yang harus dimenangkan Jurian demi Miryam, Jurian berpura – pura mendekati saudaranya Amarantha untuk membunuhnya. Tapi selama Jurian dalam proses misi itu, Miryam ketemu Mate-nya yaitu Drakon. Diceritakan bahwa Miryam juga Fae “buatan”. Hanya saja tidak diceritakan bagaiamana ia bisa berubah menjadi Fae. Jurian tentu sakit hati karena cintanya dikhianati. Lalu Amarantha yang dendam karena Jurian membunuh saudaranya, menyerang Jurian dengan hanya disisakan matanya saja. Amarantha tidak membiarkan Jurian mati sepenuhnya. Matanya diletakkan di cincin yang dipakai Amarantha. Selama 500 tahun Jurian terus melihat segala tindakan jahat Amarantha dari matanya yang tersisa itu. Lalu di cerita penyelesaian ACOTAR, Jurian bilang pada Feyre bahwa ia diajak ke courtnya Ratu Vassa.

We’re all broken. In our own ways—in places no one might see.

VASSA. Tiba – tiba muncul ratu dengan kekuatan apinya yang super. Karena kutukannya, ia terkurung di suatu tempat yang kurang dijelaskan juga dalam cerita. Vassa adalah tokoh dengan potensial yang sangat besar jika ceritanya dijadikan full book pasti menjanjikan. Gue yakin SJM bakal rilis cerita tentang asal mula kutukan yang menimpa Vassa. Karena Jurian pindah ke courtnya Vassa dan mereka terlihat dekat, mungkinkah berakhir menjadi jadi pasangan? :’) Jurian sudah terlalu menderita selama 500 tahun sih. Dia juga layak bahagia. (4)

A firebird. Burning as hot and furious as the heart of a forge. Vassa—the lost queen.

Semua tokoh di atas masing – masing mempunyai potensial ceritanya dilanjutkan. Tapi karena kabarnya SJM hanya akan melanjutkan dunia ACOTAR di 3 buku lagi, gue tidak tenang tentang cerita siapa yang akan diangkat. Gue hanya berharap semoga di selang cerita barunya nanti ada terselip Feyre – Rhysand. Feyre mendapat penglihatan tentang sosok anaknya di masa depan. Jadi gue ingin lihat cerita pendek tentang anaknya Feyre – Rhysand. Bagaimana Rhysand bersikap dalam mengurus anaknya dan bersama menggoda Feyre. Gue sudah membayangkan pasti bakal lucu.

Night Triumphant—and the Stars Eternal.
If he was the sweet, terrifying darkness, I was the glittering light that only his shadows could make clear.

Yak mari bersabar menunggu tahun depan. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s