Review Buku #35 – Angelfall ‘Penryn & the End of Days 1’ (2011)

angelfall.png

Men with wings. Angels of the Apocalypse. Supernatural beings who’ve pulverized the modern world and killed millions, maybe even billions of people.
And here’s one of the horrors, right in front of me.

Ketika dunia di ambang kehancuran setelah penyerangan yang dilakukan oleh malaikat. Ketika seorang gadis manusia bertemu dengan malaikat tanpa sayap.

Bencana besar menimpa dunia beberapa bulan lalu dan banyak manusia yang terbunuh. Populasi manusia berkurang drastis. Tidak ada listrik atau teknologi yang berfungsi. Muncul berbagai kelompok di antara manusia yang masih hidup. Sekelompok manusia yang berperilaku seperti preman yang merebut apapun untuk tetap bernapas dan selompok manusia yang bersatu untuk melakukan perlawanan pada malaikat. Penryn tidak peduli akan hal tersebut. Satu hal yang ia yakini sekarang adalah menjaga ibunya dan adik kesayangannya, Paige dari bahaya apapun.

Penryn dan keluarga kecilnya melihat seorang malaikat yang mendadak jatuh ke tanah. Malaikat jatuh itu dikejar dan diserang oleh beberapa malaikat lainnya. Sayap si malaikat jatuh juga dicabut paksa dari punggungnya. Penryn mungkin lagi tidak beruntung malam itu karena kumpulan malaikat tersebut melihat ke arahnya. Ibu Penryn berhasil kabur namun Paige tertangkap dan dibawa pergi. Penryn pun membawa si malaikat jatuh yang terluka dan mengobatinya. Malaikat yang dirawat Penryn tersebut bernama Raffe.

I am an ant in the battlefield of the gods. There’s no room for pride or ego, and barely enough room for survival. But I can’t help myself. Who do they think they are? We may be ants, but this field is our home, and we have every right to live in it.

Karena didorong keadaan, Penryn dan Raffe menjadi partner dan bekerja sama menuju sarang para malaikat berkumpul. Penryn ingin membawa pulang adiknya sedangkan Raffe ingin segera menemukan seseorang yang dapat memasang kembali sayapnya. Perjalanan menuju San Fransisco, yang menurut Raffe adalah tempat para malaikat berkumpul, tidak mudah dan lurus begitu saja. Dengan membawa sayap dan pedang Rafee di tangan, mereka harus berjalan kaki. Sebisa mungkin tidak bertemu dengan orang – orang untuk mencegah kemungkinan terbongkarnya rahasia Raffe yang seorang malaikat.

Raffe mengorbankan dirinya ditangkap oleh sekelompok pria yang terlihat seperti pemburu agar Penryn bisa kabur. Tapi Penryn tidak mungkin meninggalkan Raffe begitu saja, karena hanya Raffe yang bisa menolongnya mencari Paige. Penryn diam – diam datang ke markas orang yang menangkap Raffe. Markasnya berada di gedung berderet yang terbelangkalai dimana banyak orang yang tinggal disana, baik pria dan wanita. Mereka juga mempunyai pasokan senjata. Setelah mengamati alur patroli kelompok tersebut, Penryn berhasil masuk ke ruangan dimana Raffe ditahan. Namun ternyata dirinya dijebak. Pemimpin kelompok itu muncul dan mempergokinya.

“Don’t let my appearance fool you, Penryn. I am not human. The Daughters of Men are forbidden to Angels.”
“What about Daughters of Women?” I attempt a cheeky smile but it falls flat.
“This is serious business. Don’t you know your religious history?”

Obi tidak bisa membiarkan mereka pergi karena tidak mau keberadaan markasnya ini tersebar luas. Ternyata Obi dan orang – orangnya termasuk kelompok yang berencana untuk melawan malaikat. Belum jelas rencananya bagaimana, tapi Obi menginginkan Raffe dan Penryn bergabung dalam kelompoknya. Akhirnya untuk sementara mereka tinggal di tempat itu sambil menunggu celah untuk kabur. Raffe juga berhati – hati agar punggungnya yang terluka tidak terlihat.

Penryn bertemu dengan si kembar Tweedledee dan Tweedledum yang mengaku sebagai spymaster-nya Obi. Ada peraturan di kelompok Obi dimana jika ada yang bertengkar, penonton yang melihat tidak boleh menghentikan pertengkaran tersebut. Penonton melakukan taruhan dan yang menang taruhan bisa mendapatkan hadiah seperti jatah makanan lebih atau kebebasan dari tugas. Penryn sempat bertengkar dengan salah satu orang dekat Obi dan menang. Karena itu Dee-Dum ingin agar Penryn bertengkar lagi dan sengaja kalah. Sehingga Dee-Dum yang yang bertaruh Penryn kalah bisa menang besar. Sebagai gantinya mereka akan membantu Penryn dan Raffe kabur.

But then again, Cinderella didn’t live in a post-apocalyptic world invaded by avenging angels.

Saat rencana berjalan dan Penryn sengaja bertengkar dengan seorang wanita, ada teriakan dari dalam hutan. Orang – orang di tempat itu menjadi kacau balau. Para prajurit Obi segera ke hutan sedangkan yang lainnya ketakutan dan bersembunyi dalam gedung. Raffe memanfaatkan saat itu untuk kabur dan meminta Penryn untuk menunjukkan dimana sayap dan pedangnya. Penryn selama ini menyembunyikannya di dalam hutan. Di dekat tempat Penryn menyembunyikan barang yang dicari Raffe, mereka melihat para prajurit tadi banyak yang mati dengan setengah badannya seperti digigit oleh binatang buas. Sebelum ditangkap Obi, Penryn dan Raffe juga sempat menemukan kasus serupa. Pria bersenjata yang masih hidup itu kabur kembali ke markas ketika mahluk yang menyerang mereka pergi begitu saja.

Raffe mendapatkan sayap dan pedangnya dan meninggalkan Penryn di daerah dekat markas Obi. Raffe meyakini Penryn bahwa dengan bersamanya Penryn tidak akan selamat. Tapi sekali lagi Penryn memutuskan untuk mengejar Raffe dan ia masuk ke hutan. Namun saat Penryn mencari Raffe, ia diserang oleh mahluk yang sebelumnya menyerang prajurit Obi. Anehnya Raffe bisa datang tepat waktu dan menyelamatkannya. Raffe tahu kalau firasatnya yang mengatakan kalau Penryn akan mengejarnya itu benar sehingga ia kembali ke Penryn. Mereka yang sudah bebas dan jauh dari markas Obi, melanjutkan perjalanan ke San Fransisco.

Look at you, Raffe. The great Archangel, on his knees with a pair of demon wings puddled around him. And holding a broken Daughter of Man in his arms.

San Fransisco dalam kondisi yang buruk. Banyak gedung yang hancur dan mobil terbelangkalai di sepanjang jalan. Penryn melihat ada truk dari kelompok Obi yang berjalan pelan ke arah pusat kota. Penryn sempat melihat orang – orang Obi mengangkut kardus ke dalam truk dengan hati – hati. Entah apa isi kardus itu dan kenapa kelompok Obi membawanya ke San Fransisco. Semakin masuk ke pusat kota, Penryn melihat banyak orang – orang yang terlihat seperti pengemis di pinggir jalan. Mereka terlihat kelaparan dan lesuh. Raffe menyuruh Penryn untuk berganti baju dan berdandan. Raffe menemukan baju yang sangat minim untuk Penryn dan dirinya sendiri memakai jaket. Sayapnya sementara dikaitkan bagaimanapun caranya ke punggungnya dan disamarkan dengan jaketnya yang besar.

Penryn tidak tahu apa rencana sebenarnya Raffe. Raffe tidak mau memberi tahunya dan hanya berkata bahwa ini satu – satunya cara untuk masuk ke tempat para malaikat berkumpul. Apa yang dikatakan Raffe ternyata benar. Di pusat kota San Fransisco ada banyak wanita dengan pakaian minimnya mengantri untuk masuk melewati pembatas. Pembatas itu dijaga oleh malaikat dan tidak semua wanita bisa masuk. Penryn berhasil masuk dan menemukan bahwa tempat yang akan dimasukinya adalah sebuah klub. Penryn kaget melihat banyak malaikat bersama wanita manusia di dalam klub itu. Sebenarnya bagaimana latar belakang Raffe dan sesama malaikatnya itu? Walaupun ia bingung dan heran, Penryn tetap memprioritaskan tujuannya untuk menemukan Paige.

Dan di saat Raffe dan dirinya semakin masuk ke perkumpulan malaikat itu, Penryn menyadari banyak hal yang terjadi di dunia Raffe. Bahkan Penryn kaget tentang Raffe yang nama sebenarnya adalah Raphael dan merupakan seorang malaikat berkedudukan penting. Lalu di saat Penryn berhasil menemukan Paige, ia tidak menyangka bahwa Paige sudah bukan seperti dirinya. Di saat yang sama, kelompok Obi ternyata berada di dalam markas malaikat dan bersiap untuk menyerang balik.

“I never kid about my warrior demigod status.”
“Oh. My. God.” I lower my voice, having forgotten to whisper. “You are nothing but a bird with an attitude. Okay, so you have a few muscles, I’ll grant you that. But you know, a bird is nothing but a barely evolved lizard. That’s what you are.”
He chuckles. “Evolution.” He leans over as if telling me a secret. “I’ll have you know that I’ve been this perfect since the beginning of time.” He is so close that his breath caresses my ear.
“Oh, please. Your giant head is getting too big for this forest. Pretty soon, you’re going to get stuck trying to walk between two trees. And then, I’ll have to rescue you.” I give him a weary look. “Again.”

Iya gue tahu kalau tema yang diangkat di buku ini lumayan berbahaya. Tapi buku ini dibuat oleh author luar negeri dan kalian harusnya tahu bahwa luar negeri itu prinsipnya bebas. Berbeda dengan Indonesia yang sangat sensitif soal agama dan kepercayaan. Mari kesampingkan pikiran tentang setuju dan tidak setuju dengan malaikat yang dijadikan cerita. Mari nikmati saja ceritanya.

Ada beberapa hal yang bisa gue tangkap tentang para malaikat yang diceritakan si author.
1. Tubuh malaikat ringan. Buktinya Penryn bisa menggendong Raffe saat Raffe tidak sadarkan diri. Logikanya adalah agar bisa terbang dengan leluasa di langit itu tidak mungkin dengan membawa beban yang berat. Tapi walaupun badan malaikat ringan, tubuh mereka terbentuk dengan bagus seperti prajurit.
2. Malaikat tidak mudah terluka. Tapi bila malaikat terluka karena diserang dengan pedang malaikat, lukanya sulit untuk sembuh dan butuh waktu yang lama.
3. Pedang malaikat aslinya sangat berat dan mempunyai pikirannya sendiri. Pedang malaikat menentukan siapa orang yang boleh menggunakannya dan akan meringankan beratnya pada orang yang diperbolehkan. Sampai halaman terakhir cerita, belum tahu kenapa Penryn bisa menggunakan pedang Raffe dengan mudah.
4. Ada sekelompok malaikat yang ditugaskan di bumi dan mereka disebut The Watchers. Mereka menjadikan wanita di bumi sebagai istrinya. Anak hasil hubungan tersebut disebut Nephilim dan dianggap dosa berat. Nephilim memakan manusia dan meminum darahnya. Karena tindakan The Watchers yang seperti itu, mereka dikutuk di neraka hingga “Hari Penghakiman”.

Kalau malaikat tidak bisa bersama dengan manusia, lalu bagaimana kisah percintaan Raffe dan Penryn nantinya? Masih sangat samar di buku pertamanya ini. Tapi sudah terlihat kalau ada rasa saling tertarik antara mereka sih.

Look at you, Raffe. The great Archangel, on his knees with a pair of demon wings puddled around him. And holding a broken Daughter of Man in his arms.

Gue kaget ketika arah ceritanya berlanjut ke arah “malaikat di dalam klub.” Pokoknya mereka melakukan kegiatan yang biasanya dilakukan pria di dalam klub. Ternyata juga ada semacam “permainan politik” di antara malaikat penting. Berbeda dengan manusia, para malaikat penting itu ingin mendapatkan posisi The Messenger. The Messenger adalah pembawa pesan dari Tuhan. Jika The Messenger mengatakan A, maka semua malaikat akan melakukan apapun yang dikatakan The Messenger. Meskipun itu menyerang manusia. Posisi The Messenger sekarang kosong dan ada malaikat bernama Uriel yang menginginkannya. Namun Uriel tidak bisa menjadi The Messenger selama Raphael alias Raffe masih kuat menjadi calon The Messenger. Lebih jelasnya bisa ditemukan dalam cerita.

Apa ada yang penasaran kemana ibu dari Penryn? Ibunya Penryn diceritakan bahwa ia tidak waras. Ia selalu melihat hal – hal aneh dan percaya dengan keberadaan setan. Penryn menemukan ibunya berada di dalam sarang malaikat dan bekerja sama dengan Obi. Sebenarnya masih tidak jelas kenapa ibunya Penryn bisa bertemu dengan Obi.

Hal yang paling gue sukai dari cerita ini adalah kepribadian Penryn. Penryn adalah wanita yang jalan pikirannya unik dan selalu positif. Apalagi saat berhadapan dengan Raffe. Bayangkan saja remaja 17 tahun yang tetap berpikiran seperti remaja umumnya, mengenai ciuman pertama atau promnight, padahal dunia di ambang kehancuran. Lalu remaja itu dengan pikiran polosnya bertemu dengan archangel ganteng tanpa sayap. Banyak percakapan antara Penryn dan Raffe yang menghibur gue. Karena cara Penryn berbicara dengan Raffe seperti menganggap Raffe itu pria seumurannya.

“Why didn’t you run like I told you?” He whispers against my hair. “I knew from the start that your loyalty would get you killed. I just never thought it would be your loyalty to me that would do it.”

Ending ceritanya tidak bisa disebut gantung. Melainkan sangat tidak jelas ke arah mana ceritanya akan berlanjut. Bahkan endingnya bisa saja dianggap tamat. Karena ending yang aneh itu, gue berharap lebih di buku keduanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s