Review Buku #36 – When It’s Real (2017)

when_its_real

But I’m no actress. I can’t separate fake feelings from real ones, and it’s all getting jumbled.

Seorang idol pria yang kehilangan inspirasinya membuat lagu bertemu dengan perempuan biasa yang setuju untuk menjalin hubungan “fake boyfriend-girlfriend” dengannya. Menurut kontrak mereka diharuskan untuk terlihat mesra ketika banyak kamera menyorot mereka. Tidak masalah jika di balik layar mereka tidak akur, karena tidak mungkin mereka sungguh jatuh cinta di kehidupan nyata, iya kan?

Oakley Ford sudah dua tahun tidak mengeluarkan album baru. Bukan karena tidak terkenal lagi tetapi karena semua lagu yang ia buat terasa hambar. Semua terasa sama. Sebenarnya ia ingin membuat musik bersama Donovan King, seorang produser lagu yang sangat dikaguminya. Tetapi King tidak mau bekerja sama dengannya dengan alasan Oakley terlihat tidak pernah serius dengan musik. Selama ini Oakley memang terkenal dengan reputasi bad boy yang suka gonta ganti perempuan dan senang berpesta. Manager Oakley, Jim Tolson ingin merubah image buruk Oakley. Jim beserta timnya berencana untuk membuat skenario ‘cinta yang manis antara selebrits dengan non-selebritis”. Banyak orang yang akan semakin mencintai Oakley jika ia jatuh hati dengan orang biasa, karena mereka berpikir kalau orang biasa yang dicintai Oakley nantinya adalah simbol yang memperlihatkan bahwa cinta bisa merubah segalanya. Mereka akan berpikir bahwa Oakley sudah berbeda dari dulu dan akan mendukung Oakley apapun itu.

Surprise, surprise—Mr. Famous is a total jerk.

Vaughn Bennet hanya seorang perempuan biasa di umur 17 tahunnya. Karena orang tuanya sudah meninggal dua tahun yang lalu dan hanya meninggalkan sedikit uang, kakaknya banting tulang untuk membuat keluarga Bennet tetap berdiri. Paisley bekerja di perusahaan idol dimana Oakley bernaung. Ketika Paisley mengabarkan tentang permintaan Jim, Vaughn tidak bisa menolak. Karena selain hadiah uang yang ditawarkan sangat menggiurkan, Vaughn tidak mau melihat Paisley terus menerus bekerja keras. Akhirnya Vaughn menandatangani kontrak satu tahun menjadi pacar Oakley. Kontraknya sangat detail. Dari persetujuan untuk melakukan ciuman di depan media hingga langkah – langkah dalam setiap kencan yang sudah direncanakan. Mungkin pekerjaan ini akan lebih ringan jika Oakley mudah diajak kerja sama. Tapi Vaughn sudah tidak suka dengan tingkah Oakley yang merepotkannya.

The good ones put your character to the flame and burn away all the rest of the shit until you come out a better you. She’s one of the good ones.

Cerita mengenai Vaughn yang putus dengan pacarnya sebenarnya palsu. Vaughn meminta pacarnya untuk berpura – pura hubungan mereka berakhir dan bersabar selama satu tahun. Pacarnya Vaughn, panggilannya W, tidak menyangka kalau ternyata idol yang dimaksud Vaughn adalah Oakley. W marah besar dan menuduh Vaughn sebenarnya senang dekat dengan Oakley. Vaughn tidak bisa membalas perkataan W karena ia sebenarnya merasa bingung. Setelah mengenal Oakley lebih jauh, Vaughn melihat sisi yang berbeda dari Oakley, bahkan ia tahu mengenai masalah sebenarnya yang menghantui Oakley. Di sisi lain, Oakley sudah yakin bahwa dirinya sungguh tertarik dengan Vaughn. Hanya saja ia tidak mau jika Vaughn melakukan semua “perilaku pacar” dengannya karena terikat kontrak. Mereka harus memutuskan langkah apa yang harus diambil terhadap perasaan masing – masing namun tidak merugikan yang lain.

I don’t know when that happened, but somewhere along the line Vaughn went from the girl I was forced to have on my arm to the girl I want to have in my life.

Tema yang diangkat sebenarnya sudah biasa dan sering ditemukan di genre romance para remaja. Gue juga sebenarnya tidak ada niat sama sekali. Tapi gue terpancing dengan authornya, Erin Watt dan reviewnya di Goodreads. Gue sempat membaca sekilas series The Royals yang juga dibuat oleh si author. Terlalu banyak adegan berat yang “menggoda lalu cinta – cintaan” dan berhasil bikin gue bosan. Tapi dari sekilas membaca itu, gue tahu kalau cara penggambaran alur cerita yang ditulis oleh author sebenarnya bagus dan rapi. Lalu saat membaca review di Goodreads, mereka bilang bahwa romance di buku kali ini padat dan lebih kalem dari The Royals. Okelah gue mencoba mulai membaca dari chapter awal dan ajaibnya buku ini berhasil gue habiskan dalam sekali duduk.

There aren’t any cameras here. This isn’t for show. This is real and as awful and as wonderful as it gets. I’d hold her forever if she’d let me.

Gue tertawa waktu baca skenario pacar bohongan Vaughn dengan Oakley. Skenarionya lucu dan terperinci banget. Jadi intinya Vaughn putus dari pacarnya dan selama dua minggu ia berada dalam fase bersedih. Lalu ketika mendengar lagu Ford, beban hatinya berkurang. Vaughn membuat fan art Oakley dan diupload ke twitter. Oakley melihat tweet gambar dari Vaugn dan memasukkan tweet itu ke dalam daftar favouritenya. Mereka akan saling mention singkat. Saat Vaughn upload foto dirinya sedang makan malam keluarga, Oakley akan melihat bahwa ada Paisley di foto itu. Karena Paisley berada dalam perusahaan yang sama dengan Oakley, Oakley pun meminta kontak Oakley. Dari situ bermulai pertemuan Oakley dan Vaughn. Rencananya sih begitu. Tapi Oakley malah membuat berantakan rencana cerita yang sudah disiapkan. Ini yang membuat makin seru.

I know I’d be fine without you. I’d live a perfectly good life. But I don’t want a perfectly good life. I want a messy, exciting, happy, sad, emotionfilled, loud life with you.

Banyak adegan lucu, manis dan mendebarkan. Vaughn dan Oakley sering bertengkar dan adu mulut. Kesan pertama mereka sudah buruk. Tapi karena Oakley sifatnya suka iseng, jadi ia sering menggoda Vaughn dengan alasan “Lu kan sekarang pacar gue.” Apa gue ketawa ketika Oakley mengaku dia french kiss pertama kali umur 11 tahun sedangkan Vaughn umur 16 tahun? Oh tentu saja. Apa gue ketawa juga ketika Oakley melontarkan sex jokenya ke Vaughn? Tentu juga. Untung saja joke di di cerita Erin Watt kali ini lebih tenang dan lebih hati – hati. Tidak banyak tapi tetap membuat gue terhibur. Minusnya adalah ketika penghujung cerita, gue sudah bisa menduga bagaimana endingnya. Hampir saja cerita ini berstatus DNF di chapter 31.

Kesimpulannya, gue berharap buku selanjutnya Erin Watt bakal seperti ini. Tidak terlalu “berlebihan” seperti di The Royals. Well walaupun standard setiap orang berbeda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s