Review Buku #41 – World After ‘Penryn & the End of Days 2’ (2013)

world_after

I am just a kid, not a hero. Heroes have a tendency to die in horrible ways. Somehow, I’ll get through this, and then I’ll lead the quietest life anyone could possibly have in the World After.

Setelah penyerangan yang terjadi di markas malaikat, Penryn dan Raffe berpisah. Penryn disengat oleh monster kalajengking, mahluk yang diciptakan oleh malaikat dengan niat buruk, dan membuat kinerja badannya mati total. Bahkan denyut nadinya tidak ada. Raffe mengira Penryn sudah meninggal dan membawanya ke hadapan kelompok Obi. Lalu Penryn hanya bisa melihat Raffe terbang ke langit dengan sayap barunya. Bukan sayap malaikatnya yang putih, melainkan sayap iblis.

Penryn berkumpul lagi dengan ibunya dan Paige. Mereka dibawa ke sebuah sekolah yang selama ini dijadikan markas Obi. Banyak orang mengungsi disana dan semakin bertambah setelah penyerangan. Obi dan kelompoknya merasa senang karena berhasil mengalahkan banyak malaikat dan menghancurkan markas mereka. Tapi mereka masih berencana untuk mengincar malaikat yang tertinggal. Obi dan kelompoknya mengajak Penryn kembali ke markas malaikat yang sekarang sudah menjadi reruntuhan. Setelah Penryn menceritakan tentang apa saja yang ia ketahui saat berada di markas malaikat, terutama tentang monster kalajengking, misi Obi kali ini adalah untuk menemukan mayat malaikat dan monster kalajengking yang dimaksud untuk diteliti.

Me, I don’t have much upper-body strength, nothing compared to most men, much less these guys. Like many women fighters, my power comes from my hips and legs.

Saat sampai disana, Penryn dan kelompok Obi kaget dengan banyaknya prajurit malaikat yang ada. Prajurit malaikat itu membangunkan semua malaikat yang terkapar dan membawa mereka terbang. Kemampuan malaikat untuk sembuh dari serangan apapun yang disebabkan oleh manusia ternyata benar. Setelah kejadian tersebut, mereka sadar bahwa membunuh malaikat tidaklah mudah.

Di reruntuhan bekas markas malaikat, Penryn bertemu dengan Clara. Saat Penryn berada di laboratorium dalam markas malaikat , ia melihat badan wanita tersebut disedot oleh banyak bayi monster kalajengking. Penryn sempat menghancurkan tabung tempat Clara terjebak dan sekarang Penryn lega karena wanita itu berhasil selamat. Hanya saja sekarang penampilan Clara terlihat tua dengan badannya yang keriput. Efek penyedotan dari bayi monster.

Di sisi lain, masalah Penryn bertambah. Bukan tentang malaikat jahat di luar sana, melainkan karena Paige. Penryn berhasil menyelamatkan Paige dari laboratorium dan ia sadar bahwa selama ini Paige dijadikan eksperimen oleh malaikat. Tubuh dan wajah Paige penuh dengan jahitan dengan giginya yang diganti silet tajam. Paige bahkan sembuh dari lumpuhnya dan berjalan dengan dua kaki. Penryn sebenarnya ragu untuk menyentuh Paige, karena ia terlihat seperti monster. Saat Penryn pergi berburu untuk mencari daging mentah, karena sepertinya hanya itu yang bisa Paige makan, Penryn diberi penglihatan tentang Raffe oleh pedang Raffe yang dibawanya.

Raffe raises his sword into the air. The legion of angels lift their swords in response. A war cry goes up as row after row of winged men take flight. It’s a breathtaking sight to see so many angels lift in formation. The legion flies to battle, led by Raffe.

Saat Paige menyerang dan mengoyak tubuh salah satu orang di kelompok Obi, Penryn tidak bisa melihat Paige dengan mata yang sama lagi. Paige melihat sorot mata Penryn dan lalu mengeluarkan suara aneh seperti meraung ke langit. Tidak lama kemudian, kumpulan monster yang berwujud seperti manusia dengan ekor kalajengking datang ke markas Obi. Banyak yang menjadi korban sengatan si monster. Paige kabur entah kemana. Penryn dan ibunya diamankan oleh Obi agar tidak menambah kerusuhan. Namun Clara menolongnya kabur dan mereka pergi untuk mencari Paige.

Penryn, ibunya dan Clara sampai di Alcatraz. Penryn melihat Beliel yang sedang memasukkan banyak tahanan manusia dalam kurungan. Tidak lama kemudian, Raffe datang berniat untuk menyerang Beliel. Namun monster yang sebelumnya menyerang markas Obi datang dan mengepung Raffe. Raffe sadar dirinya dijebak namun ia berhasil kabur. Hanya saja, Raffe tidak sadar bahwa ada Penryn di dekat tempat tersebut.

Penryn ditangkap oleh malaikat jahat dan dijadikan tahanan. Begitu pula dengan ibunya dan Clara. Mereka dibawa ke sebuah tempat dimana ada laboratorium monster kalajengking berskala besar. Penryn sekarang mengetahui bahwa monster yang menyerang markas Obi ternyata awalnya adalah manusia asli. Mereka diuji coba dan dibuat menjadi monster. Penryn bertemu dengan Doc dan berencana untuk membebaskan para tahanan yang berada di tempat itu. Satu – satunya cara adalah meyakinkan kapten kapal bekerja di bawah malaikat jahat, yang ternyata adalah manusia, untuk membawa pergi tahanan manusia dengan kapalnya.

“If I still had any doubts that it was you, that would do it.” He gestures toward my opponent rolling on the ground with his hands cradling his package.
“He should have been polite and just let us by,” I say.
“Way to teach him some respect. “I always wanted to meet a girl who fights dirty,” says Raffe.
“There’s no such thing as dirty fighting in self-defense.”

Namun rencana Penryn gagal dan ia terjebak di markas baru malaikat yang berada di sebuah hotel besar di tengah pulau. Penryn dijadikan sebagai “patung” yang harus berjalan di belakang Uriel. Iya. Uriel ternyata adalah penjahat sebenarnya yang menyebabkan segala masalah yang sekarang terjadi di dunia manusia. Penryn mengetahui bahwa monster yang menyerang markas Obi disebut dengan Locusts dan rencana sebenarnya Uriel. Saat Penryn menjadi “patung” dan hadir dalam pesta yang diadakan Uriel, Penryn melihat Raffe di tengah kerumunan malaikat.

Kumpulan Locusts menunjukkan wujudnya di hadapan malaikat yang menjadi tamu pesta. Para malaikat dibohongi bahwa “Hari Penghakiman” sudah datang dan kemudian terjadi kerusuhan. Raffe memanfaatkan kerusuhan itu untuk mendapatkan sayapnya yang dipakai Beliel. Kemudian di saat yang bersamaan, Penryn yang diserang oleh salah satu malaikat…

“You’re not Fallen, are you?” The question pops out of my mouth before my head can censor it.
“From everything I’ve heard, that would just make me more sexy to you Daughters of Men.” He finishes taping the last bit of the blanket. “What is it that you all see in bad boys?”
“I’m asking the questions here, Raffe. This is serious.”

Sekali lagi banyak keanehan dalam cerita ini. Keanehan yang wajar terjadi karena ini merupakan cerita fiksi. Misalnya disinggung tentang wujud setan dari neraka yang akan menyerang manusia saat hari kiamat itu mempunyai ekor kalajengking. Lalu malaikat yang menganggap rokok itu sama nikmatnya dengan apel beracun di jaman Adam dan Hawa. Atau tentang malaikat yang sangat menunggu Hari Kiamat datang. Karena itu artinya teman mereka, tepatnya malaikat lainnya, yang terjebak di neraka bisa segera diadili. Jika ternyata tidak bersalah, mereka bisa bebas.

And please, what’s Stockholm syndrome? Gue sempat ngga nyangka kalau ada hubungan erat antara korban penculikan dan si penculik yang dialami oleh Paige. Sekali lagi gue ingatkan. Semua ini cerita fiksi.

Karena pedang Raffe memperlihatkan banyak kenangan Raffe pada Penryn, gue jadi tidak sabar mereka saling ketemu langsung. Apalagi saat diperlihatkan moment dimana Raffe yang menjadikan sehelai rambut Penryn sebagai jimat keberuntungan. Tapi pada akhirnya, gue mesti nunggu 57 chapter terlewati sampai Penryn dan Raffe reunian. Obrolan menyenangkan mereka kembali. Aroma hubungan terlarang antara malaikat dengan manusia kembali terlihat dan semakin berbahaya. Gue gemetaran. Oh dan jangan lupakan tentang Spooky Bear =)

“Daughters of Men are truly dangerous. Not to mention truly annoying.” He shrugs. “In a yappy, occasionally cute kind of way.”

Jangan remehkan konstribusi Dee-Dum dan ibunya Penryn. Di saat Penryn sudah tidak ada harapan karena rencananya untuk meyakinkan si kapten kapal gagal, kelompok Obi berada di tempat yang sama dan berniat untuk menyelamatkan tahanan manusia di Alcatraz. Dee-Dum kembali dan gue berpikir, pasangan kembar ini menambah point lebih dalam cerita. Lalu ibunya Paige. Walaupun ia stress dan tingkahnya aneh, tindakannya yang gila malah membuat tujuan Penryn berjalan lancar. Point lebih lainnya.

Point lebih lagi dari cerita karangan Susan Ee ini adalah kalimat yang digunakan mudah dimengerti. Bukan berarti kalimatnya terlalu simple dan pendek. Tapi penggunaan kata yang dipilih terkesan “gaul” dan memang biasa digunakan di kalangan remaja. Ditambah lagi suara narrator audiobooknya nyaman di kuping dan tidak membosankan. Sedikit tidak rela tinggal satu buku lagi di series ini untuk dibaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s