Review Buku #106 – We’ll Always Have Summer ‘Summer 3’ by Jenny Han (2011)

We'll Alway Have Summer - Jenny Han

Maybe that was how it was with all first loves. They own a little piece of your heart, always.

Dua tahun berlalu sejak Isabel merelakan perasaannya pada Conrad dan memilih untuk bersama Jeremiah. Meskipun terkadang ia mengingat Conrad, tapi Isabel tidak begitu mempedulikannya. Isabel meyakinkan diri bahwa Jeremiah adalah cintanya hingga akhir. Isabel tidak mau lagi melihat masa lalu dan ingin memiliki masa depan dengan Jeremiah.

Selama dua tahun Isabel berpacaran dengan Jeremiah, Isabel merasa nyaman dengan cinta dan perhatian yang diberikan Jeremiah. Mereka sudah mengenal sejak kecil dan hal tersebut membuat segalanya lebih spesial. Isabel ingin selalu bersama Jeremiah di musim apapun, sehingga ia memillih universitas yang sama dengan Jeremiah. Isabel tidak pernah meragukan perasaan Jeremiah padanya karena ia bisa melihatnya di mata pria itu. Tapi saat Isabel mengetahui Jeremiah had sex dengan perempuan lain saat mereka sedang break up sementara, Isabel tidak tahu lagi siapa Jeremiah di hadapannya.

Jeremiah meminta maaf sambil menangis di hadapannya. Jeremiah terus berkata ia hanya mencintai Isabel dan sebenarnya Isabel tahu Jeremiah berkata jujur. Tapi kesalahan yang Jeremiah lakukan adalah hal yang fatal. Jeremiah ingin meyakinkan Isabel kalau perasaannya pada Isabel adalah solid. Jeremiah pun melamar Isabel dan berkata kalau ia hanya ingin bersama Isabel hingga akhir.

Jeremiah dan Isabel berencana mengadakan pernikahan dalam dua bulan ke depan. Banyak persiapan yang harus dilakukan dan itu merepotkan. Yang lebih merepotkan lagi adalah ibunya Isabel tidak menyetujui rencana pernikahan yang ada. Isabel pun sementara menjauh dari ibunya dan tinggal di rumah pantai milik Susannah.
Tanpa disangka, Conrad juga tinggal di tempat tersebut selama musim panas. Hari pernikahan semakin dekat dan Isabel kembali dihadapkan dengan masa lalunya bersama Conrad.

There hadn’t been one specific moment. It was like gradualy waking up. You go from being asleep to the space between dreaming and awake and then into consciousness. It’s a slow process, but when you’re awake, there’s no mistaking it. There was no mistaking that it had been love.

Sejujurnya, gue lumayan kecewa dengan buku terakhir ini. Jika kalian membaca celoteh gue tentang dua buku sebelumnya, gue memilih team Jeremiah sepenuhnya. TAPI gue marah dengan hal yang dilakukan oleh author pada Jeremiah di buku ketiga. Kenapa? Jeremiah diceritakan dengan banyak kejelekan yang membuat gue benci pada Jeremiah. Demi apapun, gue berusaha tidak benci pada Jeremiah karena gue ingat betapa manisnya dia di dua buku pertama. Tapi entah kenapa, Jeremiah di buku ketiga ini sungguh super berbeda dan gue sangat bingung.

Kemudian kita mendapatkan Conrad’s POV disini dan tanpa disadari gue beralih ke team Conrad. Walaupun sebenarnya gue sudah tahu dari buku pertama Isabel akan tetap memilih Conrad, tapi tidak ada salahnya bukan berharap akhir ceritanya berubah? :’) Lalu kembali ke keluhan di atas, sang author sengaja membuat Jeremiah terlihat buruk ugh

He didn’t give me flowers or candy. He gave me the moon and the stars. Infinity.

Mata gue cukup berlinang air mata di 10 chapter terakhir. Seharusnya tidak ada yang perlu ditangiskan karena ini hanya tentang masalah cinta segitiga. Tapi gue tetap menangis melihat betapa sengsaranya Conrad menahan cintanya pada Isabel dan Isabel yang terus tersakiti oleh ketidakjelasan Conrad. Lalu karena gue menghabiskan serial ini dengan audionya, suasana yang ada menjadi lebih nyata dan gue speechless di akhir.

Jenny Han bisa membuat pembaca terhanyut dalam kehidupan karakter yang ia ciptakan. It’s very good series if you really care to all the characters, and I do. Karena itu gue tetap memberi buku ini rating 4/5 stars. Endingnya cukup menyentuh dan surat – surat yang Conrad kirimkan pada Isabel membuat semuanya menjadi perfect and heartbreaking.

Inilah kenapa Jenny Han menjadi author yang bukunya selalu wajib auto-read.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s