Review Buku #115 – Six of Crows ‘Six of Crows 1’ by Leigh Bardugo (2015)

six of crows - leigh bardugo

When everyone knows you’re a monster, you needn’t waste time doing every monstrous thing.

Mengambil setting waktu dua tahun setelah final Grisha series dengan tokoh yang berbeda.
Enam orang buangan yang ditinggal dan terpisah dari keluarga dan kelompok asalnya. Mereka bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan dengan hadiah besar yang bisa saja mengubah arah hidup mereka. 

Kaz Brekker. 17 tahun. Mempunyai julukan sebagai Dirtyhands karena mau melakukan pekerjaan kotor dan berbahaya apapun asalkan dibayar dengan mahal. Pemimpin Dregs yang merupakan salah satu kelompok paling disegani di Ketterdam dimana kelompok itu penuh dengan pembunuh, pencuri dan penipu. Trauma masa lalunya membuat Kaz selalu menggunakan sarung tangan untuk menghindari kontak fisik dengan seseorang. Menggunakan tongkat penyangga karena kaki kanannya sedikit pincang dan belum sembuh total. Ahli dalam kecepatan tangan untuk bermain trik sulap dan bisa membuka kunci apapun.

Inej Ghafa. 17 tahun. Karena berasal dari keluarga yang menampilkan pertunjukkan akrobat, Inej mempunyai ketangkasan dan kegesitan yang hebat, ahli dalam memanjat suatu tempat dan kelembutan langkahnya yang tidak menimbulkan suara. Bertugas sebagai mata – mata untuk Kaz dan merupakan orang yang paling dipercaya Kaz. Menggunakan pisau sebagai senjatanya dan dijuluki the Wraith.

I will have you without armor, Kaz Brekker. Or I will not have you at all.

Nina Zenik. 17 tahun. Seorang Grisha Heartrender yang sangat setia pada negara asalnya yaitu Ravka. Saat menjalankan misi sebagai salah satu Second Army, Nina sempat ditangkap oleh kelompok drüskelle dan membuat Nina terpisah dari kelompoknya. Diajak menjadi anggota Dregs saat ia tiba di Ketterdam.

Matthias Helvar. 18 tahun. Seorang mantan drüskelle dari Fjerda. Meskipun drüskelle bertugas untuk menangkap dan membunuh Grisha, namun Matthias tidak melakukan hal tersebut pada Nina karena perasaan cintanya pada perempuan itu. Namun Matthias juga mempunyai dendam mendalam pada Nina karena ia dikhianati dan dijebloskan ke penjara Hellgate.

Jesper Fahey. 17 tahun. Menyembunyikan statusnya sebagai Grisha Fabrikator dari banyak orang. Merupakan anggota Dregs yang mempunyai kemampuan hebat sebagai penembak. Mempunyai banyak hutang karena kecanduannya dalam berjudi.

Wylan Van Eck. 16 tahun. Anak dari salah satu pedagang kaya raya di Ketterdam, namun Wylan meninggalkan rumahnya dan bergabung dengan Dregs. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan merakit bom peledak.

No mourners. No funerals.

Berawal dari seorang ilmuwan bernama Bo Yul-Bayur yang menciptakan Jurda Parem, sebuah obat berbahaya yang bisa memperkuat kekuatan Grisha melebihi batasnya. Namun kekuatan luar biasa itu ditakutkan akan disalahgunakan dan menyebabkan kekacauan. Selain itu Jurda Parem menimbulkan kecanduan yang membuat penggunanya menggila dan akan meninggal jika tidak mengkonsumsi Jurda Parem secara rutin.

Kaz dijanjikan hadiah 30 juta kruge oleh Jan Van Eck jika bisa membebaskan Bol Yul-Bayur yang ditahan di Ice Court. Tapi Ice Court bukanlah sebuah tempat yang mudah ditembus. Ice Court adalah benteng pertahanan yang terletak di ibukota negara Fjerda. Di Ice Court juga terdapat penjara bagi para Grisha yang ditangkap oleh drüskelle.
Pekerjaan ini tidak seperti pekerjaan yang biasa dilakukan Kaz. Resiko yang ada sangat besar dan nyawa bisa terancam. Oleh karena itu Kaz memilih orang yang ikut bersamanya dengan penuh pertimbangan. Kaz memilih Inej, Nina, Jesper dan Wylan dari Dregs serta Matthias yang bukan anggota Dregs. Dengan Matthias yang kampung halamannya adalah Fjerda, ia bisa menjabarkan struktur lokasi dan keamanan di Ice Court. Kemudian untuk menjamin hadiah 30 juta kruge bukanlah tipuan, Kaz membawa anak dari Jan Van Eck bersamanya.

Pekerjaan ini tidak mudah dilakukan selama beban di masa lalu terus menyelimuti tiap langkah mereka masing – masing. Seiring mereka melakukan perjalanan bersama, mulai terbuka rahasia dan perasaan yang terpendam. Apa pekerjaan ini bisa selesai tanpa mereka saling menusuk satu sama lain?

Kaz leaned back. “What’s the easiest way to steal a man’s wallet?”
“Knife to the throat?” asked Inej.
“Gun to the back?” said Jesper.
“Poison in his cup?” suggested Nina.
“You’re all horrible,” said Matthias.

Gue sulit dan sangat pemilih untuk menyukai cerita yang mempunyai banyak POV. Menurut gue POV lebih dari dua orang adalah hal yang merepotkan. Kalaupun gue memang terpaksa membaca POV berlimpah itu, pasti ada beberapa POV yang gue benci dan tidak gue pedulikan.
TAPI OH TAPI Six of Crows termasuk pengecualian. Semua karakter mempunyai daya darik sendiri yang membuat gue peduli dengan semua drama dan masa lalu mereka. Sebagai salah satu author idaman, Leigh Bardugo memang tidak pernah mengecewakan pembaca. Gaya penulisannya membuat gue lengket dan jatuh cinta dengan dunia yang ia jabarkan.

KAZ BREKKER, YOU HAVE MY HEART ENTIRELY. Kaz resmi masuk dalam daftar pria fiksi favourite all the time bagi gue. Siapa yang tidak kepincut dengan tokoh badass dan cerdik namun tingkah dan hatinya berubah lembut hanya pada orang yang ia sayangi? Tokoh macam begini memang selalu ditunggu – tunggu.
Lalu gue nge-ship berat Kaz dan Inej. Arghhhh ini torture melihat hubungan mereka sulit maju karena beban masa lalu Kaz yang membuat dirinya merasa tidak pantas untuk Inej.

He needed to tell her…what? That she was lovely and brave and better than anything he deserved. That he was twisted, crooked, wrong, but not so broken that he couldn’t pull himself together into some semblance of a man for her. That without meaning to, he’d begun to lean on her, to look for her, to need her near. He needed to thank her for his new hat.

Kaz dengan Inej. Matthias dengan Nina. Lalu Jesper dengan Wylan? Dengan sejumlah petunjuk yang ditampilkan dalam cerita, gue yakin Wylan itu gay. Tapi gue belum yakin dengan seksualitasnya Jesper. Hahahahahaha yang pasti mereka berdua akan jadi pasangan di akhir cerita. Pegang kata – kata gue ini (semoga).

GAAAAHHH I CANNOT FUNCTION. I FIND MY NEW FAVOURITE SERIES ❤ ❤

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s