Review Buku #117 – Wait for You ‘Wait for You 1’ by Jennifer L. Armentrout (2013)

wait for you - jennifer l. armentrout

You running over me, me almost running over you? It’s like we’re a catastrophe waiting to happen.

Avery Morgansten memutuskan untuk pindah ke lingkungan baru yang jauh dari kota kelahirannya meskipun masa lalu beratnya di lima tahun silam terus mengikuti kemanapun ia pergi. Namun pertemuannya dengan Cameron Hamilton membuat dirinya ingin hidup normal dan terlepas dari masa lalunya.

Avery dan Cam sering bertemu tanpa sengaja. Mereka yang satu kelas di kampus dan satu gedung apartemen membuat Avery mau tidak mau harus terus bertemu dengan Cam. Sebenarnya Avery tidak masalah bertemu dengan pria itu. Namun setiap bertemu dengannya, Cam terus mengajaknya kencan dan Avery terus menolak. Meskipun Avery dan Cam sudah bersahabat dekat, tapi Avery terus menolak Cam karena suatu alasan rahasia. Masa lalunya membuat Avery tidak bisa berhubungan dengan pria dan akhirnya Avery tidak pernah menjalani hubungan satupun dan tentu ia masih virgin.

Di saat perasannya pada Cam semakin kuat dan Cam terbukti sangat berbeda dari pria lainnya, Avery mau mencoba terbuka dan menerima perasaan Cam. Tapi apa bisa sebuah hubungan bertahan jika salah satu dari mereka terus menyimpan rahasia?

If cookie was a code word, whatever it symbolizes, it’s been in your mouth, sweetheart.

Dari dulu gue ingin sekali mencoba membaca buku dari Jennifer L. Armentrout. Doi terkenal dengan series fantasynya yaitu Lux dan Covenant. Tapi gue akhirnya mulai dari genre NA romancenya dan WOW gue terobsesi dengan writing stylenya.
Tidak banyak cerita romance yang benar – benar romance dengan plot yang terus menarik minat. Kalaupun plot tersebut menarik, tidak banyak yang diceritakan dengan serius dan jelas. Buku ini termasuk dalam kategori yang “tidak banyak” tersebut.

Gue susah menjelaskan alasan gue menyinggung writing stylenya yang membuat gue terobsesi. Entah sihir apa yang ia ciptakan, tapi cara Jennifer merangkai kalimat membuat gue tidak bisa berhenti membaca. Kemudian karakter yang ia ciptakan juga mudah untuk disukai dan membuat pembaca penasaran. I LOVE CAM SO MUCH. Gue bahkan semakin suka dengan karakter sempurna ini setelah baca novellanya.
Lalu romancenya juga so sweet dan steamy scenenya sukses membuat mendidih. Lumayan slow burn tapi karena steamy scenenya begitu, gue tidak ada masalah jika si dua tokoh utama baru jadi couple di menjelang ending.

“You were perfect.”
Cam dipped his mouth to mine. “Only because I was with you.”

Sekarang gue mengerti hype dan ketenaran dari author ini. Gue pasti dan super pasti akan mencoba buku lainnya. Yay.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s