Review Buku #121 – Second Chance Summer by Morgan Matson (2012)

81pjpd+ktXL

We were here, at the place where we’d first met again—that we had come full circle like this.

Setiap musim panas, Taylor dan keluarganya pergi ke Lake Phoenix untuk menghabiskan liburan musim panas. Taylor mempunyai sahabat dekat di tempat tersebut yang membuatnya selalu menantikan musim panas. Namun sejak musim panasnya di umur 12 tahun, Taylor tidak pernah kembali ke Lake Phoenix karena sebuah peristiwa yang membuatnya melarikan diri.

5 tahun berlalu dan keluarganya memutuskan untuk menghabiskan musim panas di Lake Phoenix. Taylor bertemu kembali dengan masa lalu yang berusaha ia hindari. Apa musim panasnya kali ini dapat berlangsung dengan baik?
Namun Taylor tahu ini musim panas terakhir bersama ayahnya. Ia berusaha tidak terlalu berpikir tentang fakta bahwa ayahnya hanya mempunyai waktu sekitar 3 bulan untuk hidup. Taylor hanya ingin menggunakan kesempatan kedua ini dengan benar untuk menunjukkan rasa cinta pada ayahnya dan memperbaiki kesalahannya lima tahun yang lalu.

It hadn’t been simple, finding our way back to being together, especially with my loss so raw. But one thing that I was learning about what happened when you stuck around—it usually seemed that other people were willing to stick by you as well.

Sangat tidak banyak booktuber yang membicarakan buku kedua Morgan Matson ini di Youtube. Well gue mengerti alasannya because it was an okay book.
Buku ini menceritakan tentang kesempatan kedua dalam hubungan keluarga, persahabatan dan percintaan. Ceritanya okay dan writing stylenya juga okay. Lalu karena alur ceritanya juga okay, jujur saja gue cukup bosan dan merasa ceritanya lumayan bertele – tele. Tapi 9 chapter terakhir itu paling fatal dan berbahaya sekali untuk perasaan gue. Hanya 9 chapter terakhir itu yang berkesan dan membuat gue tetap menyukai buku ini meskipun dengan feeling okay di hampir keseluruhan cerita.

Kemudian bagaimana dengan rencana gue untuk marathon buku Morgan Matson? Tentu masih lanjut karena kita mengenal kata “kesempatan kedua”. Apa buku ini layak untuk direkomendasikan? Um entahlah. Kalau kuat untuk intro yang panjang, gue rasa tidak masalah jika kalian membaca buku ini. Karena, well KARENA, bagian terakhir itu sukses membuat gue banjir air mata. Gue sudah peringatkan dengan sisi baik dan buruknya, okay?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s